Standard Post

PKBNEWS - Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, menyisakan duka mendalam. Peristiwa yang merenggut nyawa relawan dan petugas tersebut menjadi kehilangan besar, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan.

Atas instruksi Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan, Yusuf Daniyal, bersama Ketua Badan Persaudaraan Antariman (BERANI) Kabupaten Pasuruan, Etwin Oktavianus Tampanguma, menyampaikan takziah ke rumah duka almarhum Sukaris di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Senin sore (19/10/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bentuk belasungkawa dan kepedulian PKB terhadap keluarga korban yang tengah menghadapi masa sulit. Kehadiran perwakilan PKB diharapkan dapat memberikan dukungan moral sekaligus menunjukkan bahwa keluarga korban tidak menghadapi duka ini sendirian.

Yusuf Daniyal menyampaikan rasa kehilangan dan keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi. Ia menegaskan bahwa setiap korban jiwa dalam bencana merupakan kehilangan yang harus menjadi perhatian bersama, terlebih bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan kehilangan ini. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa yang sangat berat,” ujar Yusuf di Pasuruan, Selasa (20/10/2026).

Yusuf mengatakan, Gus Muhaimin juga menitipkan salam dan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan dapat melalui masa duka ini dengan tabah serta mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

Menurut Yusuf, perhatian kepada keluarga korban tidak boleh berhenti pada penyampaian belasungkawa. Dukungan moral dan kepedulian sosial perlu terus diberikan agar keluarga yang ditinggalkan merasa didampingi dalam menghadapi kehilangan, sekaligus membantu mereka melewati masa-masa sulit setelah musibah.

Selain menyampaikan takziah, Yusuf menilai peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperkuat perlindungan terhadap relawan dan petugas yang bekerja di lapangan. Ketersediaan peralatan keselamatan, kesiapan personel, koordinasi antarpihak, serta prosedur penanganan bencana harus menjadi perhatian serius untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa.

PKB juga mendorong agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api telah meluas. Upaya pencegahan, peningkatan kesiapsiagaan, dan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan kebakaran perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban.