PKBNEWS - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang di bawah kepemimpinan Sahabat Ustur Ubadi menginisiasi kegiatan Musabaqah Tilawatil Kutub (MTK) dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan membaca dan memahami kitab kuning, melainkan bagian dari ikhtiar politik kebudayaan untuk memperkuat hubungan PKB dengan pesantren, para kiai, guru ngaji, dan generasi muda santri di Kabupaten Tangerang.
Mengusung semangat `Era Baru` DPC PKB Kabupaten Tangerang ingin menegaskan bahwa partai politik tidak boleh berjarak dari akar sosial dan tradisi keagamaan yang melahirkannya. PKB harus hadir sebagai rumah perjuangan kaum santri, ruang pengabdian bagi para kiai, sekaligus wadah politik yang memperjuangkan kepentingan pesantren dan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Sahabat Ustur Ubadi, semangat Era Baru tidak hanya dimaknai sebagai pembaruan organisasi, tetapi juga pembaruan cara pandang dan cara kerja politik. Politik tidak cukup hanya hadir dalam momentum pemilu, melainkan harus tumbuh melalui pengabdian yang nyata, kedekatan dengan masyarakat, dan keberpihakan kepada kelompok yang selama ini menjadi penjaga moral kehidupan sosial.
Musabaqah Tilawatil Kutub menjadi salah satu bentuk konkret komitmen tersebut. Melalui kegiatan ini, generasi muda berusia 15–18 tahun, khususnya pelajar SMA/SLTA, diberikan ruang untuk mendalami kitab kuning, mengasah kemampuan membaca teks keislaman, memahami makna, menjelaskan kandungan kitab, serta mengembangkan pengetahuan nahwu, sharaf, dan fikih.
Kitab Fathul Qarib Al-Mujib karya Syekh Muhammad bin Qasim Al-Ghazi dipilih sebagai materi musabaqah. Kitab fikih yang dikenal luas dalam tradisi pendidikan pesantren ini menjadi sarana untuk mempertemukan kecintaan terhadap literatur klasik Islam dengan kebutuhan membangun generasi muda yang berpengetahuan, berkarakter, dan memiliki akar tradisi keilmuan yang kuat.
Bagi PKB Kabupaten Tangerang, tradisi pesantren bukan sekadar warisan masa lalu yang perlu dikenang. Tradisi tersebut merupakan sumber pengetahuan, pembentukan karakter, dan nilai-nilai pengabdian yang relevan bagi kehidupan masyarakat saat ini.
Karena itu, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan seremonial. MTK harus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan ruang kepada santri, menumbuhkan minat generasi muda terhadap kitab kuning, serta memperkuat hubungan antara dunia pesantren dan kehidupan publik.
Lebih jauh, semangat Era Baru yang diusung DPC PKB Kabupaten Tangerang menempatkan para kiai sebagai penjaga umat yang memiliki peran penting dalam merawat kehidupan keagamaan, membangun akhlak, dan menjaga harmoni sosial.
Penghormatan kepada kiai tidak cukup diwujudkan melalui kehadiran dalam acara keagamaan, pemasangan spanduk, atau penyampaian sambutan. Penghormatan itu harus diterjemahkan menjadi perhatian, perlindungan, dan perjuangan terhadap kebutuhan nyata mereka.
Perhatian yang sama harus diberikan kepada guru ngaji, khususnya guru ngaji kampung dan guru ngaji Magrib yang setiap hari mengajarkan Al-Qur`an kepada anak-anak di lingkungan masyarakat. Mereka menjalankan tugas pendidikan keagamaan dari tingkat paling dekat dengan kehidupan warga, tetapi peran tersebut kerap tidak terlihat dalam pembicaraan besar mengenai pembangunan.
Padahal, di banyak lingkungan, guru ngaji Magrib menjadi bagian penting dari pendidikan dasar keagamaan anak-anak. Mereka membantu keluarga menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur`an, membangun kebiasaan ibadah, dan mengenalkan nilai-nilai akhlak sejak dini.
DPC PKB Kabupaten Tangerang memandang bahwa keberpihakan kepada para kiai dan guru ngaji harus menjadi agenda yang terus diperjuangkan. Begitu pula dengan pesantren, yang tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter, pemberdayaan masyarakat, dan penjagaan tradisi keilmuan Islam.
Komitmen tersebut perlu dikembangkan melalui pendataan kebutuhan pesantren, penguatan komunikasi dengan para pengasuh, perhatian terhadap kesejahteraan guru ngaji, serta pengawalan kebijakan pemerintah yang mendukung pendidikan keagamaan. Pelaksanaannya tentu harus disesuaikan dengan kewenangan, ketentuan peraturan perundang-undangan, dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Dengan demikian, PKB tidak sekadar menyatakan diri dekat dengan kalangan pesantren, tetapi berupaya membuktikan kedekatan tersebut melalui kerja politik yang terukur dan dapat dirasakan manfaatnya.
Sahabat Ustur Ubadi dan jajaran DPC PKB Kabupaten Tangerang menghadapi tantangan untuk memastikan bahwa semangat Era Baru benar-benar menjadi perubahan yang dirasakan masyarakat. Tantangan itu bukan hanya memperkuat organisasi partai, tetapi juga menjaga kepercayaan para kiai, pesantren, guru ngaji, dan masyarakat luas.
Dalam konteks tersebut, MTK dapat menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi yang lebih terarah dengan kalangan pesantren. Melalui kegiatan yang berorientasi pada pengembangan keilmuan santri, PKB berupaya menghadirkan ruang perjumpaan yang tidak semata-mata bersifat politik elektoral, tetapi juga sosial, keagamaan, dan pendidikan.
Langkah ini sekaligus mengingatkan bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh besarnya dukungan pada saat pemilihan umum. Kekuatan partai juga ditentukan oleh konsistensinya menjaga nilai, memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta membangun hubungan yang berkelanjutan dengan kelompok-kelompok yang menjadi bagian dari akar sejarahnya.
PKB memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa hubungan dengan pesantren tidak berhenti pada kedekatan simbolis. Hubungan tersebut harus berkembang menjadi kemitraan yang saling menghormati, tanpa menjadikan kiai dan pesantren sekadar instrumen kepentingan politik praktis.
Di sinilah makna penting Era Baru: membangun politik yang tidak kehilangan akar, melakukan pembaruan tanpa meninggalkan tradisi, serta memperjuangkan kemajuan tanpa melupakan mereka yang selama ini menjaga nilai-nilai kehidupan masyarakat.
Melalui Musabaqah Tilawatil Kutub dalam rangka Hari Santri Nasional 2026, DPC PKB Kabupaten Tangerang berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal dan mencintai kitab kuning. Pada saat yang sama, kegiatan ini diharapkan memperkuat kesadaran bahwa santri, kiai, guru ngaji, dan pesantren memiliki tempat penting dalam perjalanan pembangunan daerah.
Ke depan, semangat tersebut perlu diwujudkan melalui program-program yang berkesinambungan, mulai dari pengembangan kompetensi santri, penguatan literasi kitab kuning, fasilitasi ruang belajar keagamaan, hingga pengawalan kebijakan yang mendukung keberlangsungan pesantren dan kesejahteraan para pendidik keagamaan.
Bagi DPC PKB Kabupaten Tangerang, menjadikan PKB sebagai rumah besar kaum santri bukan berarti membatasi perjuangan partai hanya untuk satu kelompok. Sebaliknya, nilai-nilai yang tumbuh dari tradisi pesantren, seperti keilmuan, keikhlasan, penghormatan kepada guru, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat, dapat menjadi landasan untuk memperjuangkan kepentingan seluruh warga.
Era Baru PKB Kabupaten Tangerang adalah ikhtiar untuk menghadirkan politik yang lebih dekat dengan rakyat, lebih menghormati ulama, lebih peduli kepada guru ngaji, dan lebih nyata dalam memperjuangkan pesantren. Sebab, merawat santri berarti merawat masa depan, menghormati kiai berarti menjaga nilai, dan memperjuangkan guru ngaji berarti memperkuat fondasi moral masyarakat.
Dari pesantren, PKB merawat nilai. Bersama santri, PKB menyiapkan generasi. Dan melalui perjuangan politik, PKB berikhtiar memastikan bahwa para penjaga umat tidak berjalan sendirian.




TERKAIT