Standard Post

Caleg PKB Ingatkan Jauhi Politik Uang


PKBNews - PEMILIHAN Anggota Legislatif pada pemilu serentak 17 April 2019 menjadi peluang bagi generasi muda untuk bertarung menjadi wakil rakyat.

Salah satunya adalah Aslikh Rina Ulyaddin yang maju dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai calon legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut wanita yang akrab disapa Rina, dirinya memutuskan menjadi calon anggota legislatif (Caleg) dari PKB dan bertarung melalui daerah pemilihan (dapil) DIY 3 yang meliputi Srandakan, Sanden, Pandak, Pajangan, Bantul, Sewon, Kasian dan Sedayu dengan nomor urut 3.

Rina mengaku tertarik terjun ke dunia politik lantaran panggilan hati nuraninya dan ia berikhitiar untuk memperjuangkan kepentingan generasi muda.

Wanita berparas ayu ini pun menggambarkan bagaimana wajah perpolitikan Indonesia saat ini, dimana masih ada anak muda yang alergi terhadap politik.

"Sudah saatnya anak muda ikut berpartisipasi pada Pemilu 2019 kali ini, demi Indonesia maju lahir batin," kata Rina.

Niat tulus maju sebagai caleg, Rina merasa bahwa masih minimnya keterwakilan generasi muda, khususnya perempuan sebagai anggota dewan yang mendorong dirinya berani bertarung dengan caleg patahana yang kembali maju pada pileg tahun ini.

"Kita sadar keterwakilan generasi muda dan perempuan masih minim di legislatif. Pileg 2019 sudah saatnya menghadirkan wajah politik yang lebih baik," ujarnya.

Sebagai caleg PKB, Rina pun menyiapkan visi-misinya, dimana salah satunya adalah menghadirkan pendidikan politik yang baik bagi generasi muda.

Terkait hal itu, Rina mengajak generasi muda dan pemilih pemula agar tidak terjebak dengan janji politik sesaat. Apalagi dengan iming-iming politik uang yang justru akan merusak demokrasi.

Karena itu pula, Rina pun berkomitmen menolak segala bentuk politik uang. Rina mengatakan bahwa politik uang harus dicegah dan hal itu bukan hanya tugas Badan Pengawas Pemilu, akan tetapi tanggungjawab bersama.

Sarjana Psikologi Fishum UIN Sunan Kalijaga ini, mengatakan bahwa pemilih pemula sangat rentan terkena politik uang. Ia pun berjanji tidak akan menggunakan cara-cara kotor saat berkampanye di masyarakat.

"Tetap harus disuarakan bahaya politik uang, dampaknya akan merugikan semua pihak. Sesuai perintah partai, kami ingin mengkampanyekan itu kepada masyarakat," tandas Rina.