Akhir Tahun 2009 Merupakan Hari Duka Mendalam
Jakarta - AKHIR tahun 2009 menjadi hari duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Khususnya bagi para pecinta perdamaian dan demokrasi. Dimana, tokoh perdamaian dan demokrasi Indonesia, yakni KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur berpulang kepangkuan Allah SWT. Demikian ditegaskan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin, Kamis (31/12/2015).
Menurut Cak Imin, kini Gus Dur telah pergi untuk selama-lamanya, dan itu adalah takdir. Namun, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mencari sosok yang dapat menggantikan peran Gus Dur dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, budaya, dan keagamaan.
"Sebab bangsa ini membutuhkan peran Gus Dur dalam mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi. Pekerjaan rumah kita selanjutnya adalah gimana mencari sosok menggantikan peran Gus Dur," katanya.
Cak Imin menegaskan, Gus Dur bukan peramal atau futurolog. Apalagi ahli nujum. Beliau hanya mampu membaca masa depan dengan ketajaman indrawi.
"Kalau ada orang bilang Gus Dur futurolog atau peramal, apalagi ahli nujum jelas salah. Gus Dur hanya seorang kiai yang mampu membaca masa depan dengan ketajaman indrawi," tandasnya.







TERKAIT