Standard Post

Saatnya Mengisi Kerjasama Asia-Afrika dengan Pembangunan Ekonomi


PKBNews -MOMENTUM peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung hari ini harus dapat dijadikan landasan agar kehadiran Indonesia di Afrika lebih nyata. Tidak sekadar mie instan dan produk instan lainnya.

"Hari ini Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung berusia 63 tahun. Tonggak sejarah kebangkitan bangsa-bangsa Asia Afrika setelah ratusan tahun dibelenggu kekuatan asing. Semoga memontum baik ini dapat menjadi landasan kuat agar kehadiran Indonesia di Afrika lebih nyata. Tak sekedar mie instan produk kita yang sudah dikenal di Afrika," ujar Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Rabu (18/4/2018).

Menurut Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) itu, dalam KAA 1955 di Bandung, lonceng kematian kolonialisme bergema ke seluruh dunia.

"Indonesia adalah satu dari pelopor semangat bangsa-bangsa Asia Afrika untuk bangkit. Saatnya sekarang kita mengisi kerjasama Asia Afrika dengan memperkuat kehadiran Indonesia di Afrika dalam kerjasama ekonomi dan pembangunan," ujar Cak Imin.

Cak Imin menegaskan, peringatan KAA tidak lagi sekadar seremonial saja dengan tumpukan kertas komunike, tapi lebih dalam wujud nyata dan kerja keras dalam kerjasama ekonomi dan pembangunan.

"Afrika sudah lama kita abaikan. Kami memuji kegiatan IAF2018 Bali awal April lalu. Forum Indonesia Afrika yang akan mewujudkan langkah kerjasama Indonesia dengan negara-negara Afrika," tutur Panglima Tani Nusantara itu.

Inisiator Gerakan dari Desa Membangun Indonesia itu berkata, Presiden Indonesia jarang ke Afrika, kecuali ada KTT di sana. Sementara pemimpin-pemimpin Afrika sering ke Indonesia.

"Ada atau tidak untuk menghadiri KTT di Indonesia. KAA dan IORA (Negara-negara pesisir Samudra Hindia) yang melibatkan beberapa negara Afrika, dapat menjadi landasan kuat agar kehadiran Indonesia di Afrika lebih nyata. Tak sekedar mi instan produk kita yang sudah dikenal di Afrika," ulangnya.