Standard Post

PKBNEWS - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, melainkan strategi untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Program gagasan Presiden Prabowo Subianto ini membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan membangun masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan bentuk kehadiran negara bagi anak-anak yang selama ini belum terjangkau layanan pendidikan secara optimal, terutama kelompok masyarakat yang kerap luput dari jangkauan kebijakan.

“Hari ini kita semua telah menyaksikan Sekolah Rakyat yang didesain sejak awal benar-benar menjangkau masyarakat miskin, terutama yang tidak terjangkau kebijakan, The Invisible People,” ujar Menko Muhaimin dalam kegiatan Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026) malam.

Hingga 2026, hampir 15.000 siswa telah menikmati pendidikan berasrama melalui Sekolah Rakyat. Menurutnya, Sekolah Rakyat juga menjadi inspirasi bagi pengembangan sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap potensi dan kebutuhan peserta didik. Setiap anak harus memperoleh kesempatan untuk berkembang tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga.

Karena itu, keberhasilan Sekolah Rakyat perlu diikuti dengan kepastian masa depan para lulusannya, baik melalui kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja sesuai potensi dan keterampilan mereka. Dengan demikian, pendidikan dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memutus kemiskinan antargenerasi.

Bagi Kemenko PM, upaya tersebut merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan. Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali generasi muda agar mampu mandiri dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi.

Menko Muhaimin menegaskan, semangat pemberdayaan juga harus tercermin dalam pengelolaan anggaran negara. Setiap program pemerintah perlu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat, bukan sekadar berorientasi pada penyerapan anggaran.

“Setiap rupiah APBN kita harus mendorong pemberdayaan. Dengan politik anggaran pemberdayaan, kita akan memiliki anggaran yang semakin fungsional dan efektif sehingga membawa kemakmuran. Setiap rupiah akan mendukung kemajuan bangsa kita,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Kemenko PM mendorong sinergi berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari pendidikan dan perlindungan sosial hingga peningkatan keterampilan serta akses terhadap kesempatan ekonomi. Pendekatan terpadu ini penting agar pengentasan kemiskinan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi berlanjut pada penguatan kemandirian masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Menko Muhaimin turut mengapresiasi para jurnalis penerima Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026. Ia menilai media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi dan mengangkat kisah inspiratif dari pelaksanaan Sekolah Rakyat kepada masyarakat luas.

“Selamat kepada seluruh penerima Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026, mari kita teruskan untuk menggaungkan inspirasi dari Sekolah Rakyat supaya seluruh bangsa kita menjadi bagian dari program yang diharapkan membawa kemajuan ini,” ucapnya.

Melalui keberlanjutan Sekolah Rakyat, pemerintah berharap semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pendidikan berkualitas dan kesempatan mengembangkan diri.

Bagi Kemenko PM, investasi pendidikan merupakan bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang mandiri, berdaya, dan sejahtera sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.