Standard Post

PKBNEWS - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin menyalurkan bantuan 120.000 liter air bersih dan 3.000 masker bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.

Penyerahan bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PKB terhadap masyarakat yang menghadapi krisis air bersih dan gangguan kesehatan akibat bencana asap.

Gus Halim mengatakan, bantuan air bersih disalurkan melalui 20 tangki untuk menjangkau 11 desa dan kelurahan. Penyaluran dilakukan dengan pendataan penerima secara langsung berdasarkan nama dan alamat (by name by address) agar bantuan tepat sasaran.

“Seluruh kegiatan kita fokuskan pada kepedulian terhadap lingkungan. Saat ini kita membantu air bersih 20 tangki untuk 11 desa dan kelurahan, dengan sasaran rumah tangga yang sudah didata langsung agar ketepatan penyalurannya terjaga,” ujar Gus Halim.

Selain air bersih, PKB juga menyalurkan 3.000 masker untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap karhutla. Sebagian masker secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak yang dinilai membutuhkan perhatian lebih di tengah memburuknya kualitas udara.

Gus Halim menegaskan, perlindungan terhadap anak-anak tidak boleh luput dari perhatian dalam penanganan dampak karhutla. Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perlindungan memadai karena mereka juga harus tetap menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk belajar, di tengah bencana asap.

“Kalau orang dewasa mungkin sudah banyak yang mendapatkan masker, tetapi anak-anak ini sering kali kurang diperhatikan. PKB punya komitmen dan konsen untuk memperhatikan nasib anak bangsa, karena anak-anak hari ini adalah calon pemimpin bangsa Indonesia di masa depan,” tegasnya.

Gus Halim menambahkan, kepedulian terhadap dampak karhutla harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, PKB juga mendukung gerakan penghijauan yang dilakukan Perempuan Bangsa Sumatera Selatan melalui program Green Party.

Program tersebut menargetkan penanaman sedikitnya 20.000 pohon di Sumatera Selatan. Salah satu inisiatifnya adalah gerakan Permata Sumsel, yang mendorong penanaman satu pohon untuk setiap kelahiran anak sebagai bentuk investasi lingkungan bagi generasi mendatang.

Menurut Gus Halim, gerakan penghijauan semacam ini perlu mendapatkan dukungan bersama agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan.

Ia berharap bantuan air bersih dan masker dapat meringankan beban warga yang terdampak karhutla, sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan bencana harus memperhatikan kebutuhan mendesak masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

“Kami mohon dukungan dan doa restu masyarakat Sumatera Selatan. Mudah-mudahan bencana asap ini segera berlalu, bencana kekeringan juga segera berakhir, dan seluruh masyarakat Sumatera Selatan khususnya, serta Indonesia pada umumnya, mendapatkan kehidupan yang lebih sejahtera,” pungkas Gus Halim.