Standard Post

PKBNEWS - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI menerima kunjungan audiensi sebanyak 50 mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Gedung DPR RI, Jakarta. Pertemuan ini dimanfaatkan untuk membekali para aktivis kampus dengan wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan pentingnya merawat tradisi intelektual di era digital.

“Kampus jangan hanya menjadi tempat untuk mendapatkan gelar semata. Mahasiswa harus membangun kapasitas individual, kapasitas idealisme, kapasitas sosial, dan kapasitas kebangsaan,” ujar Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKB, Hasanuddin Wahid, di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Hasanuddin mengingatkan para mahasiswa agar tidak sekadar menjadi konsumen informasi pasif yang terjebak dalam budaya scrolling media sosial tanpa arah. Keterampilan mengolah bacaan, mendiskusikan gagasan, dan keberanian menyampaikan kritik membangun kepada pemerintah dipandang sebagai pilar utama demokrasi.

“Jangan hanya berbicara di menara gading kampus. Keluarlah dari kampus dan suarakan gagasan serta kebenaran yang diyakini karena kritik kepada pejabat maupun lembaga publik merupakan bagian penting demokrasi,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB, Muhammad Khozin, menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan mahasiswa tidak boleh diukur sebatas pencapaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas kertas. Tradisi membaca, berdiskusi, dan menulis (literasi) merupakan modal dasar wajib yang harus dikuasai oleh setiap calon pemimpin bangsa.

“Mahasiswa yang tidak pernah membaca dan tidak pernah menulis itu ibarat perenang yang tidak bisa berenang, petani yang tidak bisa ngarit. Membaca, berdiskusi, dan menulis adalah keterampilan dasar yang wajib dimiliki,” tegas legislator yang akrab disapa Gus Khozin tersebut.

Gus Khozin mendorong para mahasiswa untuk tetap aktif berorganisasi tanpa mengabaikan kewajiban akademik harian mereka. Karya tulis ilmiah maupun gagasan kritis yang dipublikasikan dinilai sebagai warisan intelektual yang bakal memberi dampak luas bagi masyarakat.

“Tradisi membaca, berdiskusi, dan menulis jangan sampai hilang di tengah maraknya gempuran konten digital. Jangan sampai kita menghabiskan waktu untuk scrolling tetapi tidak mendapatkan inspirasi dan edukasi,” ucapnya.

Ketua DEMA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ahmad Ghozali Abbas, menyampaikan apresiasinya atas ruang dialog interaktif yang dibuka oleh Fraksi PKB DPR RI. Kunjungan edukatif ini memberikan pemahaman praktis bagi mahasiswa mengenai tata kelola pemerintahan nasional dan penerapan prinsip meritokrasi di tingkat pusat.

“Kami berterima kasih kepada Fraksi PKB karena telah menerima kami untuk belajar langsung bagaimana sistem pemerintahan berjalan. Kami ingin mempelajari penerapan prinsip meritokrasi di tingkat pusat,” kata Ghozali.

Sebagai penutup, Fraksi PKB berkomitmen untuk terus membuka pintu Kompleks Parlemen sebagai ruang pembelajaran politik yang inklusif bagi seluruh elemen mahasiswa di Indonesia. Generasi muda dituntut bersiap mengambil peran kepemimpinan nasional dengan membentengi diri lewat kapasitas kebangsaan yang kokoh.

“Kami di DPR RI menyambut baik setiap gagasan dan inspirasi anak muda demi kemajuan bangsa. Generasi muda harus berani bermimpi besar dan bekerja keras untuk mewujudkannya,” pungkas Hasanuddin.