Standard Post

PKBNEWS - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menilai Indonesia memiliki banyak potensi wisata gastronomi yang layak untuk dikembangkan sebagai daya tarik bagi para wisatawan.

Chusnunia menjelaskan wisata gastronomi adalah jenis wisata yang menjadikan kekayaan kuliner, sejarah, dan budaya di balik pengolahan makanan sebagai daya tarik utama perjalanan.UNWTO sendiri mendefinisikan wisata gastronomi adalah perjalanan wisata ke suatu daerah yang menjadikan makanan sebagai tujuan utama rekreasi dn wisata gastronomi lebih menekankan pada pengalaman untuk memahami sejarah asal-usul, seni penyajian, hingga kisah yang melatarbelakangi suatu hidangan.

“Selai soal cita rasa, kekayaan Sejarah dan budaya yang melatarbelakangi sebuah hidangan menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata gastronomi Indonesia,”ujarnya.

Ia merujuk beberapa negara yang sukses mengembangkan wisata Peru, dan Thailand. Lebih lanjut politisi yang memiliki hobi travelling ini mencontohkan bagaimana Jepang: Menjadikan kuliner tradisional (Washoku) sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Thailand yang menjalankan program "Kitchen of the World", Prancis yang yang sukses mengintegrasikan perkebunan anggur dengan keahlian memasak tingkat tinggi sebagai identitas nasional hingga Spanyol yang sukses memadukan tradisi kuliner dengan inovasi gastronomi modern.

“Negara-negara tersebut berhasil mengubah kuliner lokal menjadi daya tarik wisata utama yang mendatangkan jutaan turis setiap tahunnya dan Indonesia juga tidak hanya memiliki banyak potensi wisata gastronomi yang juga menghadirkan cerita, pengalaman budaya, serta keberlanjutan sumber pangan lokal” tambahnya.

Ia mencontohkan bagaimana warisan kuliner seperti Rendang dan Tempe juga telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Ia juga mendukung langkah pemerintah yang telah meluncurkan Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries guna memudahkan wisatawan domestik maupun mancanegara menavigasi kuliner autentik hingga fine dining.

“Indonesia memiliki rekam jejak literatur kuliner yang kaya, mulai dari catatan resep RA Kartini, buku masak Nyonya Belanda, hingga buku resep kepresidenan Mustika Rasa (1967) yang memuat 1.685 resep nusantara,kekayaan gastronomi Indonesia menjadi modal besar untuk menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara,saatnya kuliner Nusantara mendunia,”pungkasnya.