Warga Gaza Dihantui Penyakit Kanker, PKB Desak Akses Kemanusiaan Dibuka
PKBNEWS - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Luluk Nur Hamidah, menyoroti kondisi krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina, yang disebut semakin akut akibat blokade berkepanjangan.
Hal tersebut disampaikan Luluk seusai menerima kunjungan Chairman of Jerusalem and Palestine Committee, Dr. Marwan Muhammad Ayesh Abu Ras, di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Luluk memperoleh paparan mengenai memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza, khususnya sektor kesehatan. Blokade yang berkepanjangan disebut telah memperparah keterbatasan akses masyarakat terhadap layanan medis, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan kesehatan mendasar.
“Yang mengejutkan adalah kondisi kesehatan di Gaza yang sangat memprihatinkan. Hampir seluruh fasilitas kesehatan mengalami kehancuran atau kerusakan berat. Dalam situasi seperti ini, akses terhadap obat-obatan dan layanan medis menjadi persoalan yang sangat serius,” kata Luluk.
Menurut paparan yang diterimanya, kondisi tersebut juga berdampak pada ribuan pasien dengan penyakit berat, termasuk pasien kanker. Sejumlah pasien disebut tidak memperoleh pengobatan yang mereka butuhkan karena keterbatasan fasilitas, obat-obatan, maupun akses layanan kesehatan. Bahkan anak-anak juga banyak terdeteksi mengalami kanker namun tidak mendapatkan penanganan medis secara memadai.
“Bayangkan ada anak-anak yang sudah terdeteksi kanker, tetapi tidak mendapatkan tindakan medis yang semestinya. Ini persoalan kemanusiaan yang tidak boleh dianggap sebagai angka statistik saja,” ujarnya.
Selain kehancuran fasilitas kesehatan, Luluk juga menyinggung laporan mengenai tenaga medis yang menjadi korban dalam konflik tersebut. Menurutnya, keselamatan dokter dan tenaga kesehatan serta perlindungan fasilitas medis harus menjadi perhatian serius komunitas internasional.
Luluk menilai persoalan krisis kesehatan di Gaza belum mendapatkan perhatian publik internasional yang sebanding dengan tingkat kedaruratannya. Karena itu, ia mendorong agar seruan untuk membuka blokade Gaza menjadi agenda kemanusiaan yang lebih kuat di tingkat internasional.
“Isu ini tidak banyak diketahui publik secara utuh. Karena itu, seruan untuk membuka blokade harus menjadi perhatian komunitas internasional. Bantuan kemanusiaan, terutama obat-obatan dan kebutuhan medis, harus bisa masuk,” tegasnya.
Luluk mendorong pemerintah Indonesia menggunakan berbagai saluran diplomasi yang tersedia, termasuk melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk mendesak dibukanya akses kemanusiaan ke Gaza.
“Pemerintah perlu mengambil aksi kemanusiaan yang lebih konkret, khususnya menyangkut persoalan kesehatan. Kita mendukung dan mendorong pemerintah untuk menggunakan seluruh saluran yang tersedia agar blokade dibuka dan bantuan kemanusiaan dapat segera masuk,” kata Luluk.
Ia menegaskan bahwa akses terhadap layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan merupakan kebutuhan mendesak yang tidak boleh terhambat oleh konflik maupun blokade.
“Ketika obat-obatan tidak bisa masuk dan rumah sakit tidak bisa berfungsi, yang menjadi korban adalah masyarakat sipil, termasuk anak-anak. Karena itu, membuka akses kemanusiaan ke Gaza harus menjadi kepentingan bersama komunitas internasional,” pungkasnya.







TERKAIT