Standard Post

PKB Perketat Rekrutmen Pemimpin, 800 Calon Ketua DPC Jalani UKK Tahap Dua


PKBNEWS - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi calon Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Pulau Jawa. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses konsolidasi dan penguatan struktur partai dalam menyiapkan kepemimpinan yang solid, visioner, dan profesional di semua tingkatan.

Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Eksekutif dan Legislatif Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim menyatakan, UKK tahap kedua merupakan tindak lanjut dari dari UKK tahap satu berupa assesment dan kompetensi yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“UKK tahap dua ini adalah tindak lanjut dari UKK tahap satu berupa assesment dan menguji kompetensi. Pelaksanaannya dibagi menjadi lima tahap mulai tanggal 11 sampai 15 Mei 2026,” ujar Gus Halim di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh No. 9 Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Gus Halim menjelaskan, pada hari pertama pelaksanaan terdapat 120 calon Ketua DPC PKB se-Pulau Jawa yang mengikuti proses UKK dari total sekitar 800 calon Ketua DPC PKB yang akan mengikuti tahapan serupa.

“Untuk hari ini ada 120 calon Ketua DPC se-Pulau Jawa yang kita uji kelayakan dan kepatutannya dari total 800 calon Ketua DPC PKB se-Pulau Jawa. Mereka diuji langsung oleh pengurus inti DPP PKB mulai dari komitmen perjuangan partai, visi-misi kepemimpinan, kapasitas organisasi, hingga sisi profesionalitas,” kata Gus Halim.

Selain untuk DPC di Pulau Jawa, DPP PKB juga memastikan proses UKK dilaksanakan secara menyeluruh bagi DPC di luar wilayah Jawa. Pelaksanaannya dilakukan oleh masing-masing Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dengan penguji dari DPP PKB agar standar penilaian dan kualitas kepemimpinan tetap seragam secara nasional.

Menurutnya, UKK menjadi instrumen penting bagi PKB untuk memastikan seluruh pemimpin partai memiliki kualitas kepemimpinan yang kuat, loyal terhadap ideologi partai, serta mampu menjawab tantangan politik dan kebutuhan masyarakat ke depan.

Gus Halim menegaskan, proses UKK bukan hanya berlaku bagi calon pemimpin tingkat DPC, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun kultur meritokrasi di seluruh struktur partai, mulai tingkat Dewan Pengurus Wilayah (DPW/provinsi), Dewan Pengurus Cabang (DPC/kabupaten-kota), Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC/kecamatan), hingga Dewan Pengurus Ranting (DPRt/desa).

“UKK penting agar setiap pemimpin PKB di semua tingkatan benar-benar memiliki kapasitas, loyalitas, integritas, dan kemampuan kerja organisasi. Partai membutuhkan pemimpin yang tidak hanya populer, tetapi juga mampu bekerja, menggerakkan kader, serta hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Melalui proses UKK ini, DPP PKB berharap lahir kepemimpinan partai yang semakin kuat, modern, dan mampu menjadi motor perjuangan politik kerakyatan di seluruh Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebagai basis utama PKB.