Standard Post

Cak Imin Sambangi Tuan Guru Batak


PKBNews - WAKIL Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang juga Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin melakukan kunjungan ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Disela-sela kunjungan tersebut, pria yang diberi gelar Panglima Santri Nusantara itu menyempatkan diri menyambangi Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr Ahmad Sabban elRahamniy Rajagukguk MA, di Kabupaten Deliserdang, kemarin.

Suasana pertemuan sangat bersahaja, penuh canda dan tawa. Pertemuan semakin intim kala keduanya memutuskan menggunakan satu kendaraan menuju lokasi di gelaranya sosialisasi 4 pilar kebangsaan.

Silaturrahim tampak sangat istimewa karena membicarakan ulang kembali perjuangan para ulama terdahulu terkhusus ulama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan juga pendiri bangsa.

Mengingat Cak Imin adalah cucunya KH Bisri Syansuri, salah seorang ulam besar pendiri NU. Sedangkan TGB Syekh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk merupakan putra kandung Syekh Abdurrahman Rajagukguk Ulama Sufi (Thoriqoh) yang masyhur di Sumut.

Menurut TGB Ahmad Sabban, silaturrahim dilakukan untuk menyambung tali-tali keberkahan sembari membicarakan kembali tentang perjuangan para pendiri bangsa, ulama, hadratus syekh dan kiai dalam memperjuangkan agama dan bangsa.

"Peran ulama dibutuhkan sebagai pilar pemersatu bangsa. Terlebih di tahun politik ini banyak gangguan yang merongrong kebhinnekaan Indonesia. Persatuan terus digaungkan untuk mengusir berbagai paham jahat yang ingin merusak NKRI," tuturnya.

Dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut itu pernah dikukuhkan sebagai cendekiawan oleh SBY Presiden RI ke 6 itu mengaku sangat khawatir munculnya bibit-bibit perpecahan dan kekerasan terutama yang mengatasnamakan agama yang bertujuan menghancurkan keutuhan NKRI.

"Itu sudah terjadi di beberapa negara karena perpecahan masyarakat yang tidak bisa dibendung lagi," katanya.

TGB menegaskan peran ulama dalam mendirikan dan menjaga NKRI ini sangat besar. Fakta ini tidak boleh dilupakan oleh generasi muda. Sebelum Indonesia ini terbentuk, ulama di nusantara telah memiliki mimpi yang sangat besar untuk mendirikan sebuah bangsa yang besar.

"Bersatu adalah rahmat, bercerai-berai adalah adzab. Ini adalah landasan keagamaan para ulama. Persatuan adalah ajaran yang disampaikan para ulama kepada umat," ujarnya.

Ditegaskan TGB, peran ulama selain mencerahkan umat juga merekatkan, mempersatukan dan tetap menjaga serta merawat NKRI sebagai kesepatan bersama yang telah dicetuskan oleh pendiri bangsa.