PKB Tegal Non Aktifkan Wakil Ketua Dewan Syuro
PKBNews - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) bertindak tegas kepada setiap kader yang tidak patuh terhadap keputusan partai. Terutama dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Menurut Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Tegal, A Firdaus Assyairozi, keputusan menonaktifkan Habib Bagir dilakukan dalam Rapat Pleno di kantor DPC PKB, Senin (25/2/2019). Sedangkan surat penonaktifan sudah dilayangkan, Selasa (26/2/2019).
"Keputusan penonaktifan tersebutdiambil karena Habib Bagir disinyalir melanggar kebijakan DPP PKB. Berdasarkan bukti yang ada, Habib Bagir secara aktif mengkampanyekan pasangan capres nomor 02 (Prabowo-Sandi). Padahal kita (PKB) mengusung pasangan capres Jokowi-KH Maruf Amin," katanya.
Firdaus berkata, sejumlah bukti yang diterimanya menunjukkan Habib Bagir mengkampenyakan Prabowo-Sandi. Bukti terakhir yakni saat Habib Bagir membawa cawapres Sandiaga Uno ke Pondok Pesantren Attholibiyah Mobokasih, Kecamatan Bumijawa.
"Kami terima banyak bukti dari sejumlah pihak sudah cukup menguatkan untuk menonkatifkan Habib Bagir," tuturnya.
Firdaus berkata, sebelum diambil keputusan penonaktifan, sudah diberikan peringatan secara lisan kepada Habib Bagir. Namun, peringatan itu tak diindahkan dan yang bersangkutan tetap melakukan kampanye secara aktif untuk paslon nomor urut 02.
"Pada saat rapat pleno kami juga mengundang Habib Bagir, tapi yang bersangkutan tidak bisa hadir," katanya.
Kata Firdaus, sebelumnya pihaknya juga sudah pernah membuat pakta integritas bagi seluruh jajaran pengurus DPC dan Dewan Syuro untuk taat dan patuh kepada keputusan DPP.
"Peringatan bagi seluruh kader baik cabang hingga ranting untuk selalu sejalan dengan kebijakan yang digariskan pengurus pusat," katanya.
Dengan penonaktifan Habib Bagir, posisi wakil ketua Dewan Syuro kosong. Namun, DPC tidak mengangkat pengganti Habib Bagir karena masih ada empat wakil ketua Dewan Syuro.
Di tempat terpisah, Habib Bagir saat dimintai tanggapan melalui telepon mengaku belum mengetahui dan menerima surat penonaktifan dirinya sebagai wakil ketua dewan syuro.
Dia juga menyatakan tidak mempermasalahkan penonaktifan tersebut.
"Saya biasa saja, sudah tidak apa-apa. Saya sebenarnya bukan orang partai," dalihnya.







TERKAIT
-