Standard Post

PKB Bakal Jadikan Tasikmalaya Basis Jokowi-Kiai Maruf

PKBNews - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat (Jabar) akan jadikan Tasikmalaya basis suara Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma`ruf Amin. Kendati Tasikmalaya kerap dianggap kandang Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

"Kita akan `bertarung` dengan cara menarik simpati masyarakat Tasikmalaya. Kami yakin dapat mengubah status Tasikmalaya menjadi basis Jokowi-KH Ma`ruf," ujar Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat (Jabar), Oleh Soleh, Jumat (8/2/2019).

Oleh Soleh berkata, sisa kampanye ini akan dioptimalkan untuk sosialisasi Jokowi-Ma’ruf Amin di semua daerah di Jabar. Salah satunya Tasikmalaya yang menjadi basis kuat Prabowo.

Dia menambahkan, target meraih suara di Tasikmalaya tak muluk-muluk. Sebab mengubah wilayah lawan seketika cukup sulit. Dengan memenangkan basis suara lawan sekitar 70 persen itu sudah cukup baik.

"Kita bisa menangkan 70 persen Jokowi-Ma`ruf di Tasikmalaya (kabupaten dan kota)," tuturnya.

Di Pilpres 2014, Prabowo yang berpasangan dengan Hattarajasa unggul 70,69 persen atau 647,755 suara di Tasikmalaya. Sedangkan Jokowi dan pasangannya kala itu, Jusuf Kalla, meraih 268.568 suara.

Melihat kenyataan itu, TKD Jabar yakin siap membalikkan keadaan dengan kurun waktu kurang lebih dua bulan jelang Pilpres 2019 berlangsung.

"Segala upaya yang kita (TKD Jabar), mudah-mudahan bisa sesuai target," kata Oleh.

Strategi-strategi siap diluncurkan TKD Jabar di Tasikmalaya. Soal fitnah dan hoaks yang menyerang Jokowi-Ma`ruf menjadi hal utama yang bakal dipertegas untuk diluruskan. Seperti Jokowi yang diisukan PKI, antek asing, serangan isu tenaga kerja asing (TKA) dan isu bohong lainnya yang dialamatkan kepada Jokowi-Ma`ruf.

"Kita berharap mudah-mudahan warga Tasikmalaya diberikan hidayah, diluruskan pikiran dan hatinya dan lebih terbuka pikirannya bahwa apa yang dilakukan Jokowi itu sudah on the track (sudah amanah)," kata Oleh.

Upaya TKD Jabar itu ditanggapi santai Badan Pemenangan Daerah (BPD) Jabar Prabowo-Sandi, Abdul Haris Bobihoe. Dia menilai mengubah basis kuat suara lawan adalah hal yang lumrah dilakukan oleh partai atau kubu manapun.

Sejauh mana upaya itu dilakukan, Abdul mengatakan perlu usaha cukup keras untuk mengubah pandangan politik pemilih.

"Sah-sah saja, kita pun melakukan yang sama (mengubah wilayah basis suara lawan). Tapi ya, ini bukan hal yang mudah seperti membuka telapak tangan. Perlu usaha lebih," tuturnya.