Standard Post

Prakmatisme Politik Masyarakat Indonesia Mulai Terkikis

PKBNews - PRAKMATISME politik masyarakat lambat laun sudah mulai terkikis. Masyarakat tak lagi terbujuk politik uang. Itu artinya, uang bukan lagi faktor utama menaikkan elektabilitas partai, calon anggota legislatif (caleg) maupun calon kepala daerah.

"Sekarang masyarakat Indonesia mudah tidak lagi terbujuk politik uang," kata Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) itu berkata, kerja keras kader, sosialisasi dan doa memuluskan cita-cita PKB. Jangan heran kalau kemudian PKB mengalami kenaikan elektoran sangat tajam sebagai mana hasil survei beberapa lembaga survei nasional.

"Pak Jokowi pernah nanya, kok PKB naik terus? Apa sebabnya? Saya jawab, selain kerja keras, (kader) PKB suka datang ke kuburan ziarah. Guyonannya seperti itu," kata Cak Imin.

Cak Imin mengaku bersyukur karena selama ini kader PKB bekerja all out di daerah masing-masing. Disamping itu, mereka juga menyempatkan diri ziarah kubur dan berdoa. Hal tersebut membuat kader punya karakter dan komitmen kuat.

"Selama berkarir di pemerintahan, kader PKB selalu aspiratif dan tidak pernah ada yang terlibat kasus yang besar," katanya.

Panglima Santri Nusantara itu menambahkan, senakal-nakalnya kader PKB tidak kebangetan. Minum enggak, judi enggak, main perempuan enggak, ngobat juga enggak.

"Kalau ada ditendang. Maling juga enggak. Paling nakal itu nikah siri paling maksimal. Itu kejahatan tertinggi. Enggak papa yang penting enggak ketahuan. Kalau ketahuan tonjok," ujar Cak Imin.