Tahun 2019, Dana Desa untuk Pemberdayaan Ekonomi
PKBNEWS – MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan bahwa dana desa tahun 2019 mendatang lebih banyak digunakan atau dimanfaatkan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Melalui pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi desa akan terus dibantu oleh pendamping desa. Dengan adanya pendamping desa ini diharapkan bisa memunculkan potensi dan inovasi di desa-desa untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di desa,” kata Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo di Jakarta, Selasa (27/11/2018).
Menurut Mendes PDTT yang juga politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, pelatihan pendamping desa ini terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas para pendamping desa.
“Salah satunya untuk menggenjot program inovasi desa. Karena dengan inovasi desa, desa-desa lebih cepat maju dan kualitas SDM-nya akan ditingkatkan," kata Menteri Eko.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo menghimbau prioritas penggunaan dana desa di tahun 2019 untuk pemberdayaan masyarakat dan ekonomi desa.
Jokowi menyampaikan alasan pemerintah yang terus meningkatkan anggaran dana desa setiap tahunnya, karena pemerintah ingin membangun dari pinggiran dan desa yang sebagian besar masyarakat Indonesia berada di desa-desa.
"Pemerintah ingin membangun dari desa. Oleh sebab itu sejak 2015 hingga saat ini telah mengucurkan anggaran dana desa sekitar Rp 187 triliun. Tahun 2015 sebesar Rp 20,7 triliun, lalu meningkat pada 2016 menjadi Rp 47 triliun, kemudian 2017 sebesar Rp 60 triliun dan 2018 tetap sebesar Rp 60 triliun. Pada 2019, kita naikkan lagi jadi Rp 70 triliun," kata Presiden Jokowi.
Menurut Presiden Jokowi, pemanfaatan dana desa yang dikucurkan setiap tahunnya terus mengalami peningkatan dan tepat sasaran, seperti untuk pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan laporan dari Kemendes PDTT, dana desa telah mendukung kegiatan ekonomi masyarakat desa seperti terbangunnya 1.028.225 meter jembatan, jalan desa sepanjang 158.619 kilometer, pasar desa sebanyak 7.421 unit, kegiatan BUMDesa sebanyak 35.145 unit, embung desa sebanyak 3.026 unit, sarana irigasi sebanyak 39.656 unit serta sarana-prasarana pendukung lainnya.
Selain itu, dana desa juga turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dengan terbangunnya 942.927 unit sarana air bersih, 178.034 unit MCK, 8.028 unit Polindes, 48.694 unit PAUD, 18.477 unit Posyandu, serta drainase 39.920.120 unit maupun sumur bor sebanyak 37.662 unit.
Selain itu, Presiden Jokowi juga menghimbau kepada seluruh kepala desa agar pemanfaatan dana desa yang sebelumnya lebih cenderung ke pembangunan infrastruktur, dapat dialihkan ke pemberdayaan masyarakat desa dan pemberdayaan ekonomi
"Mulai alihkan untuk pemberdayaan ekonomi. liat potensi di desa itu apa, peluang kesempatan yang bisa kita ambil itu untuk meningkatan ekonomi didesa apa? Misalnya Kalau ada potensi di desa itu seperti pariwisata, kembangkan pariwisata yang ada di desa itu agar mendatangkan income, ini yang paling bagus. Contoh diponggok yang setahun ini omzetnya mencapai Rp 14 miliar. Ini yang perlu kita pacu agar pemberdayaan ekonomi itu betul-betul bisa meningkat," tandas Jokowi.







TERKAIT
-