PKB Bangkalan Gelar Dialog Politik untuk Milenial
PKBNews - DEWAN Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (Jatim), menggelar dialog politik untuk kaum milenial. Dialog tersebut dilangsungkan di kediaman calon legislatif (caleg) PKB daerah pemilihan (dapil) Bangkalan V, Syaifulloh.
Dalam dialog tersebut hadir para pembicara handal, yakni Achmad Rusyad Manfaluti (pengurus DPW PKB Jatim), Ketua DPC PKB Bangkalan, Ir KH Mondir A Rafi’i dan Syaifulloh. Acara diikuti puluhan masyarakat, tokoh pemuda serta ulama.
Menurut Achmad Rusyad Manfaluti, salah satu tanggung jawab PKB sebagai partai sesuai peraturan perundang-undangan adalah melakukan pendidikan politik.
"Dialog pendidikan politik ini tidak hanya sebagai upaya mencari empati kaum melinial, namun PKB berupaya menciptakan kualitas pengkaderan yang lebih mumpuni," katanya di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura.
Achmad memastikan partai yang dinahkodai Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadikan pengkaderan sebagai ujung tombak dalam proses seleksi dan rekrutman. Sehingga setiap kader yang ditakdirkan menjadi anggota dewan bisa menjadi menjaga ideologi negara dan Nahdlatul Ulama (NU). Serta menjadi penguat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kader PKB dapat menjadi garda terdepan dalam menangkis pola-pola radikalisme," katanya.
Achmad berharap para peserta semakin sadar politik, ikut politik politik adalah ibadah dan ber-PKB adalah berkah. Artinya, ibadah tanggung jawabnya dua, dunia dan akhirat. Ber PKB adalah tanggung jawab dunia.
"Minimal masyarakat merasakan kebijakan yang telah di lakukan PKB," katanya.
Pernyataan senada dilontarkan Syaifulloh. Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka koordinasi, komunikasi menjelang pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).
"Harapan kami semua, PKB dalam skala nasional bisa masuk dalam 3 besar, dengan catatan semua mesin-mesin politik bisa bergerak dan bekerja sama dengan lebih maksimal dan optimal,” tuturnya.
Ia juga berharap di Kabupaten Bangkalan, PKB bisa mendulang kembali kepada masa kejayannya. Di mana, pada tahun 2004, PKB meraih 24 kursi dari 50 kursi.
"Semakin mendekati pileg dan pilpres, kader PKB akan lebih mengintenkan komunikasi kepada masyarakat dengan konsep yang telah digagas rahmatan lil alamin, artinya konsep pendidikan politik yang terhormat dan bermartabat," ucap Syaifulloh.
Sedangkan, Ketua DPC PKB Bangkalan, Ir KH Mondir A Rafi’i berkata, kegiatan tersebut di kemas bagaiamana pendidikan politik itu bisa sampai kepada masyarakat karena PKB tidak hanya ingin menang dalam pilihan pileg dan pilpres.
"PKB tidak hanya ingin meraih kemenangan pada Pemilu 2019, namun bagaimana pendidikaan politik itu bisa menyentuh dan diterapkan kepada masyarakat," katanya.
Hal tersebut, kata dia, sesuai slogan PKB, dengan politik Rahmatan Lil Alamin, politik bisa dijalani dengan baik.
"Jadi politik yang bisa memberikan kenyamanan, politik yang bisa memberikan kedamaian kepada masyarakat dengan cara kesantunan yang sangat baik," kata dia.
Oleh karna itu, lanjutnya, PKB juga akan terus memperjuangkan konsep pendidikan politik di setiap dapil. Semuanya dikemas Rahmatan Lil Alamin agar terus di sosialisaikan kader PKB, khususnya di Bangkalan.
"Kegiatan ini kami selenggarakan di setiap dapil guna menindak lanjuti sebagai penyambung masyarakat. Setelah itu, apa yang di dapat oleh peserta, nanti akan di sampaikan kepada masyarakat,” tadasnya.







TERKAIT
-