Standard Post

Cak Imin Serukan Solidaritas Untuk Eti

PKBNEWS - ETI binti Toyib -- Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernasib malang. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cidadap, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka ini diharuskan membayar diyat (denda) sebesar 5 Juta Real atau berkisar Rp 20 Miliar untuk membebaskan dirinya dari vonis pidana mati yang ditimpakan.

Terkait dengan nasib TKW Eti, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dr. HA. Muhaimin Iskandar berinsiatif dan bergerak cepat. Pria yang akrab disapa Cak Imin ini tidak ingin kasus yang menimpa Tuti Tursilawati juga menimpa Eti.

Karena itu, sejak informasi tentang diyat tersebut disampaikan oleh Kedutaan Besar RI di Arab Saudi, atas nama solidaritas kemanusiaan, Cak Imin lalu menginstuksikan seluruh Fraksi PKB untuk menggalang donasi untuk Eti.

Bahkan, Cak Imin aktif menyebarkan pamflet ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bahu-membahu membantu Eti melalui akun-akun media sosial pribadinya.

“Ya hayyu ya qoyyum, la ilaha illa anta subhanaka inny kuntu minal dlolimiiin,” tulis Cak Imin di laman twitter pribadinya @cakimiNOW disertai pamflet bertuliskan #SaveEtiBintiToyib lengkap dengan nomor rekening BNI atas nama PP LAZISNU.

Dalam proses penggalangan dana itu, Cak Imin memerintahkan Fraksi PKB DPR RI untuk memperluas jangkauan penggalangan donasi dengan menggandeng Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Cak Imin yang juga Wakil Ketua MPR RI ini mengatakan bahwa jika Lazisnu hanya panitia penyelenggara penggalangan dana untuk Eti. Oleh sebab itu siapapun diharapkan dapat bahu membahu menyalurkan bantuan agar Eti dapat selamat dari hukuman mati.

“NU hanya panitia saja, tapi siapapun diharapkan membantu,” tulis Cak Imin menanggapi komentar akun @idHANoisE.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKB DPR RI, Cucun A Syamsurijal menyebut besaran uang diyat yang diminta majikan mencapai 5 juta riyal atau setara dengan Rp 20 miliar. Sedangkan dana yang berhasil dikumpulkan PKB hingga 2 November 2018 mencapai Rp 5 miliar.

Cucun menyatakan, dana tersebut berasal dari anggota DPR RI Fraksi PKB, santri, simpatisan dan juga masyarakat umum. Makin banyak pihak yang membantu, niscaya makin ringan beban denda yang harus dibayarkan Eti sebagai pengganti hukuman mati.

"Melalui seluruh elemen santri yang duduk di parlemen, Fraksi PKB mencoba mengetuk hati untuk bahu-membahu meringankan beban hukum Eti," tandas Cucun.