Standard Post

DPCP PKB Belanda Terbentuk

PKBNews - JELANG Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus melebarkan sayap partai hingga ke Eropa. Dua minggu lalu, tepatnya 04 November 2018, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB M Hanif Dhakiri telah menandatangani Surat Keputusan (DPP PKB) nomor 27734/DPP-03/VI/A.1/X/2018 terkait terbentuknya Dewan Pengurus Cabang Perwakilan (DPCP) PKB Belanda.

Menindaklanjuti pembentukan DPCP PKB Belanda tersebut, pada hari Minggu, 04 November 2018, anggota pengurus tanfidziyah yang berjumlah lima belas orang mengikuti pembekalan tahap pertama di Den Haag.

Di antara para pengurus adalah Ketua DPCP PKB Belanda, Syahril Siddik, dan wakilnya, Nana Supriatna, serta koordinator dan anggota divisi, seperti Divisi Keorganisasian dan Keanggotaan dan Divisi Sosial dan Budaya, KH Ahmad Nafan Sulhan dan KH Tokan Thoha Machsun selaku ketua dan wakil ketua Dewan Syura juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Dalam pembekalan tersebut, KH Hasyim Subadi yang bertindak sebagai pemateri menjelaskan tentang sejarah pendirian PKB, mabda’ siyasi, visi dan misi, serta asas dan prinsip perjuangan.

Ia juga secara khusus menjelaskan tentang latar belakang
pembentukan DPCP PKB Belanda. Pembentukan DPCP Belanda ini sangat diharapkan dan ditunggu sejak lama oleh DPP PKB, hanya saja karena beberapa kendala di lapangan sehingga pembentukan itu baru bisa dilakukan tahun ini.

Setelah pengurus PCINU Belanda melakukan diskusi dan komunikasi, akhirnya disepakati penunjukkan Syahril Siddik sebagai ketua DPCP PKB Belanda.

DPCP PKB Belanda memiliki potensi SDM yang bagus karena merupakan penggabungan antara mahasiswa dan diaspora Indonesia di Belanda. Komposisi ini memungkinkan adanya pertukaran antara gagasan dan praktik di lapangan
berdasarkan pengetahuan sekaligus pengalaman di Belanda.
Hasilnya, DPCP PKB Belanda dapat memberikan ide-ide baru yang grounded kepada DPP PKB untuk kemajuan Indonesia. Misalnya, ide-ide yang berkaitan dengan aturan dan system modern di Belanda yang bisa dipelajari dan mungkin diterapkan di Indonesia.

Kegiatan pembekalan tahap pertama DPCP PKB Belanda dimulai pada pukul 11.00 dan selesai pada pukul 13.30. K.H. Ahmad Nafan Sulchan menutup kegiatan dengan mauizhah hasanah sekaligus doa.