Politisi PKB Minta Pemerintah Pro Aktif Lakukan Komunikasi dengan Arab
PKBNews - POLITISI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Alyadi mendorong pemerintah untuk proaktif melakukan komunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi terkait eksekusi mati kepada salah satu tenaga kerja asal Indonesia.
"Sudah sewajarnya kita sebagai bangsa dan negara untuk melaksanakan hubungan internasional dengan baik antar negara," tutur Alyadi, kemarin.
Namun, kata dia, di sisi lain kita juga harus melakukan penekanan penekanan yang serius kepada pemerintah Arab Saudi. Tujuannya, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Ia pun menyanyangkan pemerintah Arab Saudi yang tak melakukan komunikasi terkait eksekusi mati tersebut.
"Kejadian seperti ini bukan satu kali lagi namun sudah beberapa kali," kata Anggota DPRD Jatim itu.
Alyadi pun mendorong adanya penekanan kepada pemerintah Arab Saudi. Pemerintah harus melakukan lobi politik yang menghasilkan kesepakatan di kedua belah pihak. Sehingga menghasilkan nota kesepakatan antara dua negara ini.
"Nantinya, hal ini sekaligus bisa menjadi bentuk antisipasi agar kejadian tersebut tidak kembali terulang," tegas pria yang kembali menjadi Caleg DPRD Jatim di pemilu 2019 mendatang tersebut.
Alyadi mengecam keras kejadian tersebut dan menganggap hal itu kurang manusiawi. Apalagi, hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah Indonesia.
"Hal itu juga akan memperlihatkan bahwa Arab Saudi tidak menghargai kita. Meskipun di sisi lain, kita juga harus mentaati aturan perundang-undangan yang ada di Arab Saudi," kata Caleg DPRD Jatim asal Dapil Jatim 14 (Madura) ini.
Dia mendorong pemerintah pusat untuk terus berkomunikasi dengan pemerintah Arab Saudi. Masalah ini seharusnya mendorong pemerintah untuk bersikap lebih keras pada pemerintah Arab Saudi.
Selain itu, Alyadi menilai moratorium penyaluran tenaga kerja ke luar negeri juga bukan merupakan solusi terbaik.
"Moratorium sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun tak (eksekusi) masih saja ada. Artinya, moratorium tak lagi efektif untuk mencegah eksekusi tersebut," kata Alyadi.
Untuk diketahui, Tenaga kerja Indonesia Tuti Tursilawati dieksekusi mati di Kota Taif oleh Arab Saudi pada Senin (29/10/2018). Menurut Kementerian Luar Negeri, eksekusi dilakukan tanpa notifikasi kepada pihak Kedutaan Besar RI di Riyadh atau Konsulat Jenderal RI di Jeddah.
Selama ini Arab Saudi dikenal sebagai negara yang kerap melakukan eksekusi hukuman mati. Eksekusi mati terhadap WNI dilakukan Arab Saudi pada awal tahun ini. Tanggal 18 Maret 2018 eksekusi juga dilakukan terhadap TKI asal Bangkalan, Madura, Zaini Misrin karena dituduh membunuh majikannya bernama Abdullah bin Umar Muhammad Al Sindy.







TERKAIT