Standard Post

Dua Strategi Menaker Tingkatkan Produktivitas Pekerja

PKBNEWS - MENTERI Ketenagakerjaan (Menaker) HM Hanif Dhakiri memiliki dua strategi dalam upaya meningkatkan produktivitas pekerja, yakni dengan cara meningkatkan kompetensi pekerja dan memperbaiki sistem pengupahan.

"Kita terus meningkatkan akses dan mutu terhadap pelatihan kerja sehingga memacu produktivitas kita untuk terus meningkat," kata Menaker Hanif saat membuka Pertemuan Organisasi Produktivitas Asia ke-59 di Yogyakarta, belum lama ini.

Dalam pertemuan pertemuan APO ke-59 ini dihadiri perwakilan dari negara Iran, India, Fiji, Jepang, Bangladesh, China, Korea, Laos, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Philipines, Singapura, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam.

Setiap Tahun Anggota APO melakukan pertemuan rutin untuk membahas program dan kegiatan APO dalam rangka peningkatan produktivitas. APO sendiri adalah suatu organisasi negara-negara di kawasan Asia Pasific yang bersifat non provit, non politik dan non diskriminatif.

Menurut Menteri Hanif, tingkat produktivitas dan daya saing Indonesia saat ini sudah cukup membaik, prospektif dan memiliki peluang yang cukup kompetitif untuk bersaing dengan negara lainnya di tingkat ASEAN maupun Asia Pasifik.

Hasil pengukuran produktivitas yang dilakukan Kemnaker bersama dengan Badan Pusat Statistik pada tahun 2017 lalu, tingkat produktivitas Indonesia mencapai 79,66 juta rupiah per tenaga kerja, tumbuh sekitar 1,83% dari tahun sebelumnya.

"Kita mengundang dunia usaha dan masyarakat sipil untuk bekerja sama dengan pemerintah supaya para pekerja bisa memiliki kompetensi yang baik dan lebih produktif," katanya.

Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga terus berupaya keras untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja agar tenaga kerja yang sudah berada di pasar kerja tidak keluar dari pasar kerja.

"Caranya antara lain melalui penyempurnaan-penyempurnaan sistem pelatihan kerja, sistem standardisasi dan sertifikasi, penerapan norma-norma ketenagakerjaan di tempat kerja, perwujudan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan manajemen, perbaikan sistem upah dan lain sebagainya," ujar Menteri Hanif.

Kemnaker juga terus memperbaiki sistem pengupahan di Indonesia supaya kedepannya lebih berbasis produktivitas.

"Kami sudah mengkaji sistem pengupahan di Indonesia bersama serikat pekerja dan asosiasi pengusaha supaya kenaikan upah selaras dengan kenaikan produktivitas," tandas Menaker.

Karena itu, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini berharap, negara-negara anggota APO terus bahu-membahu meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas pekerja.