Standard Post

Berinvestasi di Indonesia Masih Menguntungkan


 

PKBNEWS - TANTANGAN ekonomi di era disrupsi industri 4.0 semakin besar. Kendati, berinvestasi di Indonesia akan tetap menguntungkan bagi semua pihak pada masa mendatang.

"Saya pastikan berinvestasi di Indonesia akan membawa keuntungan bagi kita semua pada masa-masa yang akan datang," kata Menteri Ketenagakerjaan HM. Hanif Dhakiri di Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Menurut Menteri Hanif, pemerintah akan terus memberikan perhatian secara serius terhadap iklim investasi yang kondusif, termasuk menjaga iklim ketenagakerjaan yang stabil dan semakin kondusif bagi investor.

"Adanya kepastian pengupahan, jaminan sosial, hubungan industrial yang baik serta perubahan paradigma Mayday yang makin kondusif akan mampu menarik investasi masuk ke Indonesia," kata Menteri Hanif.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan bahwa tahun 2019, Presiden Joko Widodo juga telah menetapkan fokus pembangunan pada bidang Sumber Daya Manusia.

"Target nasional pelatihan vokasi mencapai 1,4 juta orang. Bahkan, Presiden juga mengarahkan untuk membangun 1.000 BLK Komunitas di tahun 2019," tukas Menteri Hanif.

Di sisi lain, Hanif menambahkan bahwa dalam bidang penempatan tenaga kerja, pemerintah mencanangkan penciptaan 10 juta lapangan kerja. Dalam kurun waktu 2015-Agustus 2018, pemerintah telah berhasil menempatkan 9.483.672 orang. "Saya optimistis target 10 juta lapangan kerja pada tahun 2019 dapat tercapai," ujar Menteri Hanif.

Selain itu, Menteri Hanif menyinggung capaian strategis lainnya dalam bidang hubungan industrial adalah meningkatnya kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. Hingga Agustus 2018, peserta jaminan sosial tenaga kerja mencapai 28.127.702 orang. Angka perselisihan industrial menurun dari 2.683 kasus pada tahun 2014, menjadi 1.316 kasus sepanjang Januari-Agustus 2018.

Hingga saat ini, kata Hanif Dhakiri, pihaknya sedang dan terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatihan vokasi melalui strategi triple skilling, yakni skilling, upskilling dan reskilling.

Bagi tenaga kerja yang belum punya keterampilan dapat mengikuti program skilling agar punya keahlian di bidang tertentu. "Bagi tenaga kerja yang telah memiliki skill dan membutuhkan peningkatan akan masuk program upskilling. Sedangkan yang ingin beralih skill dapat masuk ke program reskilling," tandas Menteri Hanif.

 

TERKAIT

    -