PKB Ingatkan Impor Beras Harus Hati-hati dan Terukur
PKBNews - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta pemerintah harus berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan impor beras. Sebab, kebijakan tersebut bisa berdampak pada elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma`ruf Amin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
"Poin pentingnya adalah kebijakan impor itu harus hati-hati dan terukur, karena kalau tidak terukur akan menggerus suara Pak Jokowi," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB, Daniel Johan, kemarin.
Daniel berkata, kebijakan impor sangat berbahaya bagi Jokowi sendiri. Artinya, penggunaan basis data harus diperhatikan secara detail dan matang.
"Kebijakan impor hanya bisa dilakukan berdasarkan kebutuhan. Misalkan di saat produksi menurun dan permintaan tinggi," katanya.
Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menegaskan, jadi impor hanya yang dibutuh pada saat masyarakat kekurangan tetapi dalam konteks beras. Namun, jangan mengimpor pada saat petani lagi panen.
"Stok beras saat ini banyak bahkan bisa dibilang surplus. lantaran itu, kebijakan impor beras yang dilakukan Kemendag harus dikaji ulang. Sekarang beras itu banyak di pusat-pusat produksi pertanian tetapi karena Bulog terhambat untuk menyerap beras petani karena dibatasi oleh harga yang rendah," ucap Daniel.







TERKAIT
-