PKB Berharap Para Pihak Maklumi Sikap Mahfud Md
PKBNews - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai buka-bukaan Mahfud Md usai gagal mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sarat muatan emosi.
"Pak Mahfud baru cerita sebagian dari yang dia ketahui. Kita hormati apa yang terjadi, ya mungkin Pak Mahfud masih emosi, walaupun dikatakan legowo kan tapi masih nendang sana nendang kemari. Ya jadi, emosi itu masih ada," ujar Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB, Lukman Edi, Rabu (16/8/2018).
Lukman berharap para pihak memaklumi sikap Mahfud Md. Dia yakin seiring berjalannya waktu emosi mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) akan sirna.
"Mnggu-minggu ke depan saya kira suasana akan berbeda, ketika semua sudah berjalan dengan baik, pasti nanti akan adem," ujarnya.
Lukman tidak membantah terkait pertemuan antara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dengan Mahfud Md. Hanya saja, Mahfud tidak mengungkapkan seluruh fakta dalam pertemuan tersebut.
"Saya kira sebagian ada yang kurang tepat, sebagian memang fakta-fakta itu ada. Kronologis yang disampaikan itu benar. Tapi hal-hal tertutup yang tidak diketahui oleh Pak Mahfud itu kan tidak bisa beliau ceritakan dan ada sebagian yang beliau tidak ceritakan yang beliau ketahui," katanya.
Mengenai tudingan Nahdlatul Ulama (NU) berpoliti, Lukman menepis tudingan tersebut. Tak mungkin PBNU berpolitik.
"Nggak mungkinlah PBNU sampai politik. NU itu kan politik high politics, jadi sampai tunjuk nama itu nggak mungkin, PBNU kan sadar juga positioning-nya bukan parpol, tapi kalau kemudian PBNU mengawal proses politik itu supaya tidak lari dari moralitas ke-NU-an. Saya kira peran yang dilakukan PB NU," ujarnya.
Kendati demikian, dengan segala polemik yang saat ini ada, Lukman tetap yakin Mahfud akan mendukung Jokowi-Ma`ruf Amin. Namun, apakah nantinya Mahfud akan terlibat dalam tim pemenangan, Lukman tidak bisa menerka-nerka.
"Mendengar statement Pak Mahfud tadi malam, beliau tetap membantu Pak Jokowi sebagai presiden. Apakah beliau terlibat dalam suksesi Pak Jokowi 5 tahun ke depan? Ya kita nggak tahu, tergantung kesibukan masing-masing," kata Lukman.







TERKAIT
-