Prabowo Cuma Klaim, Mayoritas Ulama Justru Dukung Jokowi
PKBNews - WAKIL Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Faisol Reza menilai hasil Ijtimak Ulama yang mengusulkan Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres hanya klaim sepihak. Mayoritas ulama justru mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres).
"Ijtimak Ulama GNPF yang menyatakan dukungan Prabowo cuma klaim. Mayoritas ulama di Indonesia masih menginginkan Presiden Jokowi kembali memimpin Indonesia di periode kedua," katanya.
Menurut Faisol, tak seharusnya ulama dilibatkan dalam kontestasi Pilpres 2019. Namun, Faisol memastikan bahwa PKB tak gentar menghadapi klaim sepihak Ijtimak Ulama.
"Seharusnya nama ulama tidak dibawa ke dalam pertarungan Pilpres 2019. Tapi karena Ijtimak GNPF yang mulai membawa nama ulama dalam gelanggang politik praktis, kami PKB akan hadapi. Kami tidak akan mundur dan jalan terus," tegasnya.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XI itu memastikan Jokowi sangat peduli dengan ulama. Buktinya banyak program untuk ulama dibuat.
"Kedekatan Jokowi dengan para ulama sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Kepedulian Jokowi ke pesantren dan ulama sudah terbukti lewat beberapa program beliau, entah kunjungan ke pesantren, acara keagamaan, hingga penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Kiai Wahab Hasbullah. Dan jangan lupa, Hari Santri Nasional yang dulu sempat dicibir, diresmikan oleh Presiden Joko Widodo tidak lama setelah dia duduk sebagai presiden," tutur Faisol.
Faisol berkata Ijtimak Ulama yang digelar di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, memutuskan untuk merekomendasikan Prabowo sebagai cawapres. Ijtimak Ulama juga mengerucutkan dua nama sebagai cawapres yakni Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad.







TERKAIT
-