Standard Post

Cak Imin: Indonesia Adalah Keniscayaan


PKBNews - KEBHINEKAAN Indonesia adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dipungkiri. Demikian ditegaskan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat memberikan kuliah umum bertajuk "Indonesia, Islam, and Nationalism" di Monash University, Australia, Jumat (27/7/2018).

Cak Imin mengingatkan makna penting kebhinekaan Indonesia. "Keadaan Indonesia adalah sebuah keniscayaan, sebuah kenyataan yang memang ditakdirkan Tuhan dengan berbagai kebhinekaan," tuturnya.

Panglima Santri Nusantara berkata, keadaan tersebut tidak bisa dipungkiri sehingga bangsa Indonesia tidak bisa memilih.

"Saya dan Anda tidak bisa memilih keadaan dimana kita bisa dilahirkan karena inilah takdir Tuhan," terang Cak Imin.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) siapapun tidak bisa memungkiri kehendak Tuhan untuk dilahirkan dimana dan dari bangsa apa. Bangsa Eropa dengan kulit putihnya, bangsa Afrika dengan kulit hitamnya, bangsa Indonesia dengan kulit coklatnya juga keniscayaan.

"Dalam ajaran Islam disebut sunnatullah, waja’alnaakum syu’uban waqabaaila lita`arafuu," kata Cak Imin.

Cak Imin mengaku bersyukur Indonesia telah mampu menjadi negara yang tidak hanya bhinneka, tetapi juga kaya raya dan sangat kondusif sebagai rumah tinggal dan tumbuh beragam entitas budaya, agama, suku dan ras.

Cak Imin melanjutkan, yang membedakan Indonesia dengan Arab dan lainnya. Menurut Cak Imin, bangsa Arab itu besar tapi dipikul oleh berbagai negara. Sementara Indonesia, puluhan bangsa-bangsa hidup bersama.

"Kita hidup dipikul Indonesia sendiri," ucapnya.