Standard Post

Inti Kepemimpinan dan Politik adalah Keteladanan


PKBNews - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dr. HA Muhaimin Iskandar mengingatkan kembali peran penting politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengatakan bahwa yang paling penting dari seorang politisi dan pimpinan, mulai dari Presiden hingga Ketua RT, adalah keteladanan.

"Yang paling penting dari seorang politisi dan pimpinan, mulai dari Presiden hingga Ketua RT, adalah keteladanan. Bagaimana agar mereka (politisi dan pemimpin) tidak mudah menunjukkan egonya, tapi semangat kebersamaan harus kuat dijaga," kata Cak Imin saat mejadi narasumber di salah satu acara yang ditayangkan Metro TV, beberapa waktu lalu.

Untuk mewujudkannya, kata Cak Imin yang kini menjabat Wakil Ketua MPR RI, mereka harus membangun solidaritas atau ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah diantara yang dipimpin maupun sesama warganya dengan optimal.

Bagi Cak Imin, kepemimpinan yang sukses adalah kepemimpinan yang mampu melibatkan dan terlibat dalam proses kepemimpinan itu sendiri. Hal itulah yang juga ditekankan oleh Cak Imin kepada seluruh kader PKB agar mereka berpolitik tidak hanya menginginkan jabatan dan kekuasaan semata.

"Kadang kita melupakan tujuan politik bukan jabatan dan kekuasaan, tujuannya adalah kemanfaatan untuk bangsa, sesama manusia dan dunia," kata Cak Imin.

Panglima Santri Nusantara ini mengatakan, cara pandang masyarakat terhadap politik selama ini perlu diluruskan. Menurutnya terdapat kesalahan pandang masyarakat terhadap partai politik dan pelaku politik.

"Kalau mau dilihat politik hanyalah tindak lanjut dari proses sosial, budaya, dan pendidikan, seperti saya dulu pernah aktif di dunia santri, akademik, jurnalistik. Itu semua adalah proses budaya sosial yang harus ditindaklanjuti secara politik," kata Cak Imin.

"Jadi mau tidak mau konsekuensi logis dari kehidupan akhirnya ke politik juga, disitulah kita mengisi, berinisiatif, berperan, sehingga politisi dan politik jangan dipisah-pisahkan satu sama lain, semua menjadi satu," tandas Cak Imin.