Standard Post

Petinggi PBNU Apresiasi Semangat Cak Imin Menjadi Cawapres


PKBNews - SEMANGAT Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) patut mendapat apresiasi. Kunci untuk mendukung semangat tersebut adalah bersatunya kaum nahdliyin.

"Seminggu sebelum lebaran, saya ketemu Cak Imin. Saya bertanya, serius ente cawapres. Dia balik bertanya gimana menurut sampean, apakah sudah serius. Pernyataan ini buat saya sangat penting," ujar A`wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bagja, kemarin.

Mengapa penting, kata KH Ahmad Bagja, karena yang akan dijadikan modal politik adalah NU. Tanpa NU belum pasti laku.

"Kendati Ketua Umum PKB, tanpa NU, jelas tidak laku. Karena yang besar itu, NU. Begitu pula sebaliknya, meski tokoh NU, tanpa memiliki partai politik, juga sulit melakukan bargaining position," ucap pria yang tengah menyiapkan ‘buku panduan’ pemberdayaan NU di segala bidang melalui buku bertajuk ‘Peta Jalan NU Abad Kedua’.

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) priode 1977-1981 itu berkata, kalau NU ingin mengabil peran politik kekuasaan syaratnya harus bersatu. Bukan seperti sekarang ini.

"Berebut menjadi menteri, setelah pemilu hanya bertanya siapa menteri agamanya," ujar KH Ahmad Bagja.

KH Ahmad Bagja sangat mengapresiasi langkah Cak Imin untuk merebut posisi cawapres. Persoalan utamanya adalah sejauh mana Cak Imin berhasil menyatukan kekuatan NU.

"Kedua, sejauh mana dia menguasai konsep untuk memajukan Indonesia ke depan. Jadi, bukan sekedar maju, lalu pasang baliho masalah selesai," katanya.

Mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa IKIP Jakarta, dan Ketua Badan Koordinasi Senat-senat Mahasiswa IKIP se Indonesia itu menegaskan, kelemahan sekarang adalah belum adanya ‘petunjuk’ bagi pimpinan NU, bagaimana cara (memulai) langkah menyatukan kekuatan tersebut.

"Sehingga yang terjadi selama ini hanya memikirkan jabatan menteri, dan itu tidak memiliki dampak signifikan. Mestinya lebih dari itu, NU yang membagi posisi menteri. Karena itu, kita buat buku ‘Peta Jalan NU Abad Kedua’. Buku ini bisa dibreakdown di seluruh daerah, sehingga menghasilkan bentuk penyatuan kekuatan NU sesuai dengan daerahnya. Dari sini, maka, 9 pedoman politik warga NU, bisa diterapkan dengan baik," katanya.