Cak Imin: Nama Baik Bung Karno Harus Direhabilitasi
Jakarta - PANCASILA dan Bung Karno telah ditempatkan pada tempat yang semestinya oleh pemerintah. Akan tetapi nama baik Bung Karno harus tetap direhabilitasi. Sebab, masih banyak perundang-undangan yang menyudutkan presiden pertama Indonesia itu.
"Nama baik Bung Karno masih harus direhabilitasi. Masih banyak perundang-udangan kita yang menyudutkan Bung Karno. Kendati polemik hari lahir Pancasila dan Bung Karno sudah ditempatkan ke tempat yang semestinya, alias tuntas," kata Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar, Senin (6/6/2016).
Cak Imin--panggilan akrab H Abdul Muhaimin Iskandar--meminta masyarakat Indonesia pada umumnya, dan warga PKB pada khususnya untuk tidak pernah melupakan sosok Bung Karno. Terutama gagasan dan wibawanya sebagai proklamotor Republik Indonesia (RI).
"Sosok Bung Karno jangan pernah kita lupakan, baik itu gagasan dan wibawanya sebagai proklamator RI. Andai beliau hidup, hari ini usia Bung Karno 115 tahun. Bulan Juli kini jadi bulan HUT presiden RI," tuturnya.
Cak Imin berkata, seperti yang telah diutarakan sebelumnya, Bung Karno jangan dibuat polemik lagi soal hari lahir Pancasila. "Alhamdulillah, setelah 71 tahun, Pancasila sebagai ideologi negara akhirnya memiliki akte kelahiran. Akte kelahiran Hari Lahir Pancasila dengan Keppres RI No 24/2016 tentang Hari Lahir Pancasila adalah kado HUT Bung Karno," tuturnya.
Ia menambahkan, "Sekarang hari lahir Pancasila sudah dikembalikan kepada yang berhak, yang hari ini berulang tahun, yakni Bung Karno."
Cak Imin mengusulkan agar TAP MPRS No XXXIII/1967 segera dicabut. Pasalnya, dalam TAP tersebut didalamnya terdapat konsideran kalau Bung Karno melindungi tokoh-tokoh peristiwa G30S/PKI.
"TAP MPRS No XXXIII/1967 tentang Pengalihan Kekuasaan dari Pak Harto ke Bung Karno isinya masih ada yang aneh. Mosok Bung Karno melindungi kelompok yang dituduhkan ingin menggulingkannya?," ujarnya.
Cak Imin menegaskan, bangsa Indonesia belum selesai urusannya dengan Bung Karono soal sejarah bangsa ini.
"Kita masih belum selesai urusannya dengan Bung Karno soal sejarah bangsa ini," tuturnya.







TERKAIT