Cak Imin: Jangan Lagi Pertentangkan Ketokohan Kartini
Jakarta - SUDAH saatnya bangsa Indonesia tak lagi mempertentangkan ketokohan Raden Ajeng (RA) Kartini sebagai pelopor emansipasi Indonesia. Demikian ditegaskan Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar, Kamis (21/4/2016).
Menurut Cak Imin sapaan akrab H Abdul Muhaimin Iskandar, kehadiran Kartini berbeda dengan pemimpin sebelum kebangkitan nasional yang cenderung tonjolkan kekuatan fisik untuk raih tujuan.
"Selamat hari Karitini kepada seluruh pejuang perempuan, kami bersamamu selalu. Kita jangan lagi mempertentangkan ketokohan Kartini sebagai pelopor emansipasi Indonesia," katanya.
Kata Cak Imin, terbukti simbol perjuangan dengan senjata, fisik, tempur kadang menang pertempuran, tapi tak pernah memenangi perang. Sementara Kartini memakai ilmu dalam kegundahannya yang murni penuh rasa kemanusiaan dan persamaan hak.
"Pena yang dipakai Kartini sama tajamnya bedil di pertempuran. Dia mengkomunikasikan hasrat pribumi untuk kebebasan," katanya.
Ia menambahkan, tulisan-tulisan Kartini menyadarkan semua pihak, baik penjajah maupun bangsa Indonesia. Kartini menginspirasi para pemimpin Indonesia pada awal abad ke 20, baik Taman Siswa, Muhammadiyah, Kayu Tanam dan lain-lain untuk menggunakan akhlak dan otak guna menggapai kekuasaan.
"Pada awal abad ke 20 tak ada lagi perjuangan dengan memakai kekerasan fisik. Sama seperti pengajaran yang dilakukan Kartini. Bahkan `Indonesia Menggugat` (pembelaan Bung Karno dihukum kolonial) di Bandung dipengaruhi "gaya komunikasi Kartini"," ujar Cak Imin.
Cak Imin menuturkan, Kartini menyadarkan arti kehidupan kemerdekaan yang tak melahirkan spontanitas luar biasa saat rakyat ikut revolusi kemerdekaan.
"Syukurlah, cita-cita Kartini bisa kita lihat saat ada menteri perempuan pertama di Indonesia pada tahun 1947. Saya bangga, menteri pertama perempuan di Indonesia adalah Ibu SK Trimurti sebagai Menaker pertama. Pendahulu saya yang sekarang dijabat Menteri Hanif Dhakiri," tandasnya.







TERKAIT