Standard Post

Cak Imin Ingatkan Bahwa Proklamasi Jatuh di Bulan Ramadan


Jakarta - KETUA Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar ingatkan umat muslim di Indonesia tentang keberkahan Ramadan untuk bangsa Indonesia.

"Pasti banyak yang tidak merhatikan kalau di bulan suci penuh baroqah ini terjadi peristiwa penting, yakni hari proklamasi Republik Indonesia," katanya di Jakarta, Selasa (7/6/2016).

Bahkan, kata Cak Imin--panggilan akrab H Abdul Muhaimin Iskandar-- jarang umat Islam Indonesia merayakan proklamasi kemerdekaan yang terjadi di bulan suci Ramadan.

"Jarang kita dengar umat Islam Indonesia rayakan proklamasi kemerdekaan kita yang justru terjadi di bulan suci Ramadan," katanya.

Cak Imin berkata, kadang umat muslim tak peduli kalau proklamasi 17 Agustus 1945 itu bertepatan dengan 9 Ramadan 1364 Hijriah. Bahkan golongan yang mau mengubah negara ini menjadi negara agama juga tak peduli.

"Kita kadang tak peduli kalau proklamasi 17 Agustus 1945 itu bertepatan dengan 9 Ramadan 1364 H. Bahkan golongan yang mau mengubah negara kita yang merdeka 17 Agustus 1945 atau 9 Ramadan 1364 dengan negara agama, juga tak peduli," tuturnya.

Ia pun mempertanyakan apakah bangsa ini turut mensyukuri di bulan suci Ramadan ini hari lahir Republik Indonesia yang terjadi pada 9 Ramadan 1364 H?.

"Tangal 9 Ramadan 1437 H minggu depan, RI dalam almanak Hijriah akan berusia 73 tahun. Bung Karno kadang membanggakan momen ini. Ada baiknya kita biasakan memanjatkan doa syukur tiap 9 Ramadan dengan sederhana sebagai rasa bersyukur di bulan penuh berkah ini," kata Cak Imin.

Cak Imin menambahkan, Republik Indonesia yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 adalah bentuk final RI seperti kata ulama-ulama dulu.

"Sebagai umat Islam kita bersyukur negara RI adalah hasil terbaik semua golongan yang kebetulan diproklamasikan saat bulan Ramadan," ucapnya.