Standard Post

Cak Imin: Hambatan Budaya Menjadi Faktor Lemahnya Partisipasi Perempuan


Jakarta - KETUA Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar melihat masih ada hambatan budaya yang menghalangi kaum hawa di Indonesia melakukan partisipasi aktif dalam pembangunan desa. Terutama pembangunan pada sektor publik.

"Hambatan budaya yang masih melekat, menghalangi partisipasi perempuan dalam pembangunan desa. Terutama pada sektor publik. Hal ini harus segera diatasi agar pembangunan desa menjadi lebih cepat tercapai," tutur Cak Imin sapaan akrab H Abdul Muhaimin Iskandar, Kamis (17/12/2015).

Politisi kharismatik milik bangsa Indonesia ini menegaskan, persoalan partisipasi perempuan dalam pembangunan desa terkuak sewaktu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar mengadakan kegiatan rembug desa. Disana, kata dia, ditemukan fakta bahwa partisipasi perempuan dalam pembangunan desa sangat rendah.

"Memang gak mudah mendorong partisipasi perempuan dalam sektor publik di desa. Perempuan itu harus diajak secara kelompok, baru mau. Nah, kita harus mampu melakukan pencerahan agar sedikit demi sedikit kaum perempuan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan di desa," kata Cak Imin.

Menurut Cak Imin, di sini juga lah peran PKB menjadi sangat penting. Dimana, PKB harus mampu memperdayakan partisipasi kaum perempuan supaya lebih aktif. Hal tersebut sesuai amanat Undang-undang (UU) No.6/2004 tentang Desa.

"Tugas kita turut memperdayakan partisipasi perempuan supaya lebih aktif lagi. Ini kan amanat UU No 6/2014 tentang Desa dan soal partisipasi," katanya.

Cak Imin berharap organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU), yakni Pengurus Pusat (PP) Fatayat yang baru dapat dan mampu mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan desa.

"Kan mayoritas penduduk desa ya perempuan," tandasnya.