Standard Post

Cak Imin: Banyak Hal Bisa Ditiru dari Nelson Mandela


Jakarta - KETUA Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela (1994-1999) adalah tokoh yang layak ditiru, termasuk oleh bangsa Indonesia.

Pernyataan Cak Imin -- panggilan akrab H. Abdul Muhaimin Iskandar -- ini, terkait hari wafatnya Presiden Afrika selatan dan tokoh kemanusiaan Nelson Mandela pada Juli 2013.

"Tokoh kemanusiaan Nelson Mandela berusia 98 tahun andai beliau hidup. Banyak hal bisa ditiru dari Nelson Mandela," kata Cak Imin di Jakarta, Senin (18/7/2016).

Menurut Cak Imin, kemanusiaan adalah ajaran Nelson Mandela yang selalu diperlihatkan kepada siapapun tanpa melihat latar belakang ras, agama dan ideologi.

Dalam hidup berbangsa yang sangat beragam, kata Cak Imin, nilai kemanusiaan adalah kunci agar kita tetap satu sebagai manusia seperti diperlihatkan Nelson Mandela.

"Perilaku tanpa menyimpan dendam pun dicontohkan oleh Nelson Mandela dan hal itu diakui oleh semua warga dunia, termasuk kita bangsa Indonesia," kata Cak Imin.

Ketika Nelson Mandela dilkantik menjadi Presiden Afrika Selatan pada 1994, banyak hal yang diluar dugaan terjadi. "Gimana coba, sipir penjara yang gemar menyiksa Nelson Mandela justru jadi tamu kehormatan saat pelantikannya sebagai Presiden Afrika Selatan," kata Cak Imin.

Cak Imin mengatakan bahwa ajaran Nelson Mandela tentang kemanusiaan sudah diakui dunia saat beliau wafat yang diratapi semua warga dunia lintas bangsa dan agama.

Nelson Mandela, kata Cak Imin, juga banyak belajar dari Indonesia tentang perjuangan, kebersamaan sosial dan keragaman.

Sejak lepas dari 27 tahun dipenjara, Indonesia adalah negara yang ingin dikunjungi Nelson Mandela untuk belajar tentang perjuangan.

Selamat hidupnya NelsonMandela, 4 kali mengunjungi Indonesia. Sebagai tokoh ANC (1991), sebagai Presiden Afrika Selatan (1994), sebagai politikus (1997) dan sebagai tokoh kemanusiaan (2002).

"Artinya, Indonesia sangat penting bagi Nelson Mandela dalam belajar soal perjuangan, keberagaman dan memperlakukan perbedaan," kata Cak Imin.

Cak Imin mengatakan, tanpa disadari, banyak nilai perjuangan bangsa Indonesia seperti dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955, mengilhami Nelson Mandela dalam berjuang melawan apartheid.

"Nelson Mandela marah besar lho, waktu foto Bung Karno tak ada di Museum KAA tahun 1991 saat mengunjungi Bandung. Nilai-nilai perjuangan Nelson Mandela tentang kemanusiaan dan tidak dendam pada masa lalu adalah ajaran yang harus kita ambil dalam berbangsa," kata Cak Imin.

Satu hal paling penting dari NelsonMandela, kata Cak Imin adalah Nelson Mandela menjadi duta produk budaya Indonesia kepada dunia: batik. Tanpa dibayar!