Ayo Ciptakan Mudik Aman Bagi Kaum Perempuan dan Anak
Jakarta - KETUA Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar mengajak segenap rakyat Indonesia memanfaatkan momentum minggu terakhir puasa untuk ciptakan gerakan mudik ramah bagi perempuan dan anak.
"Momentum minggu terakhir bulan puasa sebaiknya kita kembangkan bagi kearifan perempuan. Misalnya menciptakan mudik yang lebih ramah bagi perempuan dan anak," ujarnya di Jakarta, Selasa (28/6/2016).
Hal ini, kata Cak Imin, sesuai dengan apa yang telah dicanangkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise di Mataram, beberapa waktu lalu. Dimana, ia bertekad mencetak perempuan yang terlatih dan berdaya sebagai calon tenaga kerja.
"Bu Yohana menginginkan perempuan Indonesia tangguh. Namun, bukan berarti mereka tidak memerlukan perhatian kita. Justru di bulan puasa ini kita mendukung eksistensi kaum perempuan," katanya.
Cak Imin mengingatkan, dalam syariat Islam tak ada perbedaan apapun bagi laki-laki dan perempuan untuk menunaikan ibadah puasa. Namun, secara kultural perempuan dapat halangan dalam menjalankan ibadah puasa karena kodratnya. Seperti menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui.
"Kalau kita gak paham maksud dan tujuan syariat Islam serta fikih-fikih terkait perempuan, timbul dugaan yang salah. Dugaan yang salah itu menganggap bahwa Islam kurang ramah terhadap spiritualitas perempuan. Ya gak begitu," tuturnya.
Bila direnungkan lebih dalam, kata dia, justru bulan Ramadhan menjadi anugerah bagi perempuan untuk meraih kearifan. "Hambatan perempuan di bulan puasa, sungguh jadi kearifan ketika waktu dan tenaga yang didapat digunakan untuk aktivitas sosial," katanya.
Ia menambahkan, aktivitas sosial itu yang berupa kegiatan dengan intensi yang bernilai spiritual. Sesungguhnya perempuan dapat kesempatan sangat berharga dalam memuliakan agama, diri sendiri dan manusia pada umumnya.







TERKAIT