Standard Post

PKBNEWS -  Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Rina Sa’adah, meminta operasi pencarian dan pertolongan terhadap awak helikopter pemadam karhutla yang jatuh di Sungai Barito, Kalimantan Selatan, dimaksimalkan dengan tetap menjaga keselamatan tim penyelamat.

Berdasarkan pembaruan BNPB pada 8 November pukul 15.16 WIB, dua awak ditemukan selamat dan satu awak masih dalam pencarian. Helikopter tersebut mengalami kecelakaan ketika menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

“Prioritas kita adalah menemukan awak yang masih dalam pencarian, memastikan korban selamat mendapatkan perawatan terbaik, serta mendampingi keluarga. Seluruh kebutuhan personel dan peralatan SAR harus dipenuhi agar pencarian berjalan optimal dan aman,” ujar Rina.

Rina menyampaikan penghargaan kepada petugas gabungan dan masyarakat yang membantu penanganan kejadian. Ia meminta keluarga memperoleh informasi yang terverifikasi secara berkala serta pendampingan selama proses pencarian berlangsung.

Menurutnya, kecelakaan ini juga harus menjadi perhatian serius untuk memperkuat perlindungan seluruh petugas penanggulangan karhutla, baik awak udara, personel darat, maupun relawan.

“Mereka menjalankan tugas berisiko tinggi untuk melindungi masyarakat. Negara harus memastikan perlindungan itu hadir melalui armada yang laik, peralatan yang memadai, waktu istirahat yang cukup, layanan kesehatan, serta jaminan perlindungan kerja,” tegasnya.

Rina meminta evaluasi keselamatan dilakukan secara menyeluruh, mencakup perawatan armada, kesiapan awak, prosedur pengambilan air, kondisi cuaca, karakteristik lokasi, serta koordinasi operasi udara dan darat. Ia juga menekankan perlunya kewenangan yang jelas untuk menunda atau menghentikan operasi ketika kondisi tidak aman.

Kementerian Perhubungan telah menyatakan akan melakukan pengumpulan data dan pemeriksaan awal terkait aspek kelaikudaraan serta pengoperasian pesawat. Penyebab kecelakaan masih memerlukan pemeriksaan oleh pihak berwenang.

“Investigasi harus berjalan profesional dan hasilnya menjadi dasar perbaikan yang dapat dipantau. Kita tidak boleh mendahului kesimpulan penyebab kecelakaan, tetapi langkah pencegahan risiko harus segera dilakukan,” kata Rina.

Ia menambahkan, penguatan keselamatan petugas perlu berjalan bersama pembenahan pencegahan karhutla, pengawasan kawasan rawan, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.

“Penanganan karhutla harus melindungi dua pihak sekaligus: masyarakat yang terdampak dan petugas yang berjuang menyelamatkan mereka. Keselamatan keduanya harus menjadi ukuran utama keberhasilan operasi,” pungkasnya.