Standard Post

Usman Husin Minta Pupuk Indonesia Tambah Kios Distribusi di Sentra Pertanian


PKBNEWS - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, mendesak PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk subsidi merata dan mudah diakses hingga ke sentra-sentra produksi pertanian. Pihaknya mencatat per 8 September 2026, stok pupuk nasional mencapai sekitar 1.268.690 ton, namun besarnya pasokan tersebut belum diimbangi dengan keterjangkauan di tingkat petani kecil.

“Kami meminta agar PT Pupuk Indonesia memastikan penyaluran pupuk subsidi agar mudah diakses untuk para petani. Jumlah pupuk yang sangat besar itu kami harapkan dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan petani. Jangan sampai pupuk tersedia dalam jumlah besar, tetapi justru sulit dijangkau oleh petani,” ujar Usman di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Usman membeberkan, meski saat ini terdapat lebih dari 3.000 titik kios pupuk di Indonesia, persebarannya masih belum merata dan belum sepenuhnya mencakup kawasan persawahan utama. Di daerah pemilihannya, Nusa Tenggara Timur (NTT) II, ia menemukan fakta bahwa para petani harus menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya demi mendapatkan pasokan pupuk.

“Bahkan ada petani yang harus menempuh jarak hingga 40–50 kilometer untuk mendapatkan pupuk. Biaya transportasinya terkadang justru lebih besar daripada harga pupuk itu sendiri,” katanya memprihatinkan kondisi di lapangan.

Selain masalah jarak, legislator PKB ini mendesak pemerintah mengevaluasi skema alokasi pupuk subsidi agar sesuai dengan luas lahan riil serta kebutuhan mendasar para petani. Ia menyayangkan adanya ketimpangan di mana luas lahan pertanian terus berkembang, tetapi kuota pupuk subsidi di sejumlah daerah justru mengalami penurunan.

“Distribusi pupuk harus benar-benar mengikuti kebutuhan dan kondisi riil di lapangan. Jangan sampai ada petani dengan lahan luas yang hanya memperoleh alokasi pupuk sekitar 42 kilogram,” tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan rantai pasok tersebut, Usman meminta PT Pupuk Indonesia mempermudah dan mempercepat prosedur perizinan pembukaan kios baru, terutama di area pencetakan sawah baru yang sedang didorong pemerintah. Langkah ini penting untuk memotong alur rantai distribusi yang panjang dan menekan beban biaya operasional para petani.

“Jangan sampai stok pupuk tersedia dalam jumlah besar, tetapi petani kesulitan mendapatkannya karena persoalan jarak, alokasi, maupun distribusi. Kita perlu menambah kios pupuk di sentra-sentra pertanian,” ujar Usman.

Lebih lanjut, Usman juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat di tingkat bawah guna mencegah penyelewengan, seperti praktik penebusan pupuk subsidi oleh pihak tidak berhak untuk diperjualbelikan secara ilegal. Ia menegaskan, keberhasilan program pemenuhan pangan nasional sangat bergantung pada ketersediaan sarana produksi yang efisien.

“Keberhasilan ketahanan dan swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh jaminan ketersediaan sarana produksi yang mudah dan terjangkau bagi petani,” pungkas Usman.