Nduk Nik Apresiasi Gercep ASDP, Macet Ketapang-Gilimanuk Mulai Terurai
PKBNEWS - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur III, Nihayatul Wafiroh, yang akrab disapa Nduk Nik, mengapresiasi langkah cepat PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang segera mengerahkan kapal tambahan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Menurut Nduk Nik, respons cepat ASDP tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan kehadiran dan kesigapan operator penyeberangan dalam menghadapi lonjakan kepadatan yang terjadi di lapangan.
“Saya mengapresiasi gerak cepat ASDP yang langsung merespons kondisi di Ketapang-Gilimanuk dengan mengirimkan kapal tambahan. Ini langkah konkret yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ketika terjadi kepadatan, masyarakat membutuhkan solusi yang cepat, dan ASDP sudah menunjukkan respons tersebut,” ujar Nduk Nik dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu menilai, langkah cepat tersebut perlu menjadi momentum untuk melihat kebutuhan kapasitas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk secara lebih menyeluruh. Sebab, kepadatan di lintasan tersebut tidak lagi semata-mata terjadi pada momentum tertentu seperti arus mudik, arus balik, atau hari raya, tetapi juga dapat muncul pada hari-hari biasa.
“Gercep seperti ini harus kita apresiasi. Tetapi pada saat yang sama, kita juga harus melihat persoalannya dalam jangka panjang. Kalau kebutuhan kapal tambahan memang terus muncul karena volume kendaraan meningkat, maka kapasitas tambahan itu perlu dipertimbangkan untuk dipermanenkan,” tegasnya.
Nduk Nik mengatakan, penambahan armada tidak seharusnya selalu diposisikan sebagai langkah kedaruratan setiap kali terjadi kemacetan. Pemerintah bersama seluruh stakeholder perlu memiliki perencanaan kapasitas yang berbasis data dan proyeksi pertumbuhan kendaraan, sehingga kebutuhan armada dapat diantisipasi lebih awal.
“Kapal tambahan yang hari ini sangat membantu mengurai antrean harus menjadi bahan evaluasi untuk kebijakan permanen. Jangan menunggu macet parah baru menambah kapal. Kalau datanya menunjukkan memang dibutuhkan, maka kapasitas kapal tambahan harus dipermanenkan,” ujarnya.
Selain armada, Nduk Nik juga mendorong penguatan infrastruktur pendukung di kawasan Ketapang-Gilimanuk, terutama penambahan dan peningkatan kapasitas dermaga serta penyediaan kantong parkir atau area penampungan kendaraan yang memadai.
Menurutnya, penanganan kemacetan harus dilakukan sebagai satu kesatuan sistem. Penambahan kapal akan lebih optimal apabila didukung kapasitas dermaga yang mencukupi, sistem antrean yang tertata, area parkir atau penampungan kendaraan yang memadai, serta akses jalan yang mampu menampung pergerakan kendaraan.
“Jangan hanya melihat berapa jumlah kapalnya. Kita harus melihat seluruh sistemnya. Kapal ditambah, dermaga juga harus siap. Kantong parkir harus cukup. Sistem antrean dan akses jalannya juga harus diperkuat. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mendapatkan solusi saat macet, tetapi mendapatkan layanan penyeberangan yang semakin lancar dan pasti,” jelas Nduk Nik.
Berdasarkan pantauan pada Selasa pagi (8/9/2026), kondisi kepadatan kendaraan di kawasan Ketapang-Gilimanuk mulai menunjukkan perkembangan positif. Antrean kendaraan yang sebelumnya mengular kini berangsur terurai, sementara arus lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang juga terpantau lancar.
Kondisi ini berbeda dibandingkan dua hari sebelumnya, ketika antrean kendaraan sempat mengular hingga sekitar 15 kilometer. Mulai terurainya kepadatan tersebut menjadi indikasi positif dari langkah cepat penanganan di lapangan, termasuk pengerahan kapal tambahan oleh ASDP.







TERKAIT