Standard Post

Hari Asyura, Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu


PKBNEWS - Momentum Hari Asyura atau 10 Muharram 1448 Hijriah dimaknai secara istimewa oleh Wakil Ketua DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP PKB, Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, M.A.P.. Melalui gerakan sosial serentak di 12 titik wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Kang Cucun menyalurkan santunan kepada 1.448 anak yatim, Kamis (25/6/2026).

Santunan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah dan uang saku tunai sebagai bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di bulan yang penuh kemuliaan.

Kegiatan berlangsung serentak di 12 titik strategis, antara lain di wilayah Soreang, Solokanjeruk, Bojong, Majalaya, Nagrak, Maruyung, Rancaekek, Jalan Anyar, Kantor DPC PKB Kabupaten Bandung Barat, dan Kantor DPC PKB Kabupaten Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Cucun juga menyampaikan salam dan pesan khusus dari Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), agar seluruh kader dan masyarakat terus menghidupkan semangat berbagi serta memperkuat kepedulian sosial, terutama kepada anak-anak yatim dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama.

"Saya menyampaikan salam dari Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin Iskandar. Beliau berpesan agar semangat berbagi dan gotong royong terus dirawat sebagai kekuatan utama bangsa," ujar Kang Cucun.

Menurut Kang Cucun, Hari Asyura bukan sekadar peringatan dalam kalender Islam, melainkan momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan memperluas manfaat bagi sesama.

"Hari Asyura adalah momentum emas untuk mengetuk pintu langit melalui doa anak-anak yatim. Sebagai pimpinan DPR RI dan kader PKB, saya meyakini bahwa politik harus hadir dalam bentuk tindakan nyata.

Selain melakukan giat santunan yatim, Kang Cucun juga meresmikan langsung hasil renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Bapak Iwan di Desa Cipedes. Hunian yang kini menjadi rumah sehat dan layak huni tersebut merupakan realisasi nyata dari program bedah rumah yang dikawal oleh tim Rumah Aspirasi Kang Cucun. Peresmian ini menegaskan bahwa kerja advokasi tidak hanya menyasar aspek pemenuhan kebutuhan sosial jangka pendek, tetapi juga peningkatan kualitas infrastruktur papan masyarakat bawah.

“Santunan serta program bedah rumah rutilahu yang kita resmikan hari ini merupakan bagian dari komitmen politik kehadiran, yakni memastikan negara dan para pemimpinnya selalu dekat dengan rakyat, terutama mereka yang membutuhkan," tegas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II tersebut.

Ia menambahkan, kondisi sosial dan ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat saat ini menuntut lahirnya gerakan berbagi yang lebih luas dan berkelanjutan.

"Semangat berbagi hari ini bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sebuah kebutuhan sosial yang mendesak. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk tidak menunda berbuat baik. Semakin banyak yang berbagi, semakin kuat pula ikatan sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat," katanya.

Kang Cucun berharap gerakan santunan serta peresmian Program Rumah Aspirasi di Desa Cipedes yang dilakukan pada momentum Muharram ini dapat menjadi inspirasi dan memantik gelombang solidaritas sosial yang lebih luas di berbagai daerah.

Ia juga mengingatkan bahwa peringatan Muharram harus menjadi refleksi bersama atas berbagai persoalan sosial yang masih terjadi, terutama yang menyangkut perlindungan anak dan penyediaan hunian yang layak.

"Peringatan Muharram ini harus memicu gerakan hijrah sosial, sebuah transformasi kolektif untuk memastikan lingkungan kita aman, ramah bagi anak-anak, serta menghadirkan tempat tinggal yang sehat bagi keluarga berpenghasilan rendah seperti halnya kediaman Bapak Iwan. Tidak boleh ada lagi kekerasan terhadap anak, dan tidak boleh ada lagi warga kita yang terpaksa tinggal di rumah yang tidak layak. Melindungi dan membahagiakan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

Dalam ajaran Islam, membantu sesama yang kesulitan dan menyayangi anak yatim menempati kedudukan yang sangat mulia. Karena itu, santunan dan bantuan fisik rumah yang diberikan dengan penuh keikhlasan bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang menerima, tetapi juga menjadi jalan keberkahan dan penguat solidaritas sosial bagi seluruh masyarakat.