Standard Post

Gus Muhaimin Sebut Ulama Mampu Adaptasikan Tradisi Lokal dan Global


PKBNEWS - Haul pendiri Yayasan Pondok Pesantren At-Tahdzib, Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Romo KH. Ihsan Mahin diikuti keluarga besar dan ribuan santri di halaman Yayasan Pondok Pesantren At -Tahdzib, Sabtu malam (14/1/2023).

Acara do`a dan sholawat bersama dan rutin dilaksanakan setiap tahun tak hanya diikuti para keluarga yayasan, ribuan santri dan warga sekitar, namun juga dihadiri tokoh nasional, antara lain Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar.

Menurut Gus Muhaimin, demikian Muhaimin Iskandar karib disapa, haul adalah kegiatan yang diselenggarakan sebagai penghormatan dan mendo’akan seorang tokoh, seperti sesepuh pendiri pondok Romo KH Ihsan Mahin.

"Romo KH. Ihsan Mahin ini adalah salah satu kiai besar yang mampu memberikan teladan keilmuan, teladan akhlak, teladan semangat untuk para santri-santrinya dan tentu kita semua. Semoga kita semua bisa ikut meneladani jejak-jejak beliau," kata Gus Muhaimin.

Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra itu menyatakan, ulama masa lalu bukan saja mampu memberikn teladan bagi segenap bangsa, tetapi juga mampu mengadaptasikan tradisi yang bersifat lokalitas dengan globalitas.

"Keberhasilan para masyayikh, bahkan sebelumnya para auliya zaman dulu itu mampu mengadaptasikan seluruh zaman perkembangannya sehingga berhasil mengubah keadaan. Beradaptasi itu artinya berhasil menyesuaikan diri dengan lingkup perkembangan lokalitas, tetapi juga mengikuti irama globalitas," urainya.

Gus Muhaimin pun mendorong segenap santri Ponpes At-Tahdzib dan seluruh jemaah yang hadir dapat meneruskan warisan Kiai Ihsan, baik dari segi keilmuan, akhlak, maupun tradisi pesantren. Dengan begitu, ia optimistis At-Tahdzib dapat melahirkan sumberdaya santri yang unggul dan berdaya saing.

"Saya berharap dari At-Tahdzib ini akan lahir generasi sumberdaya manusia yang lebih unggul dan bisa bersaing dengan negara-negara lain," tuturnya.

Selain itu, Gus Muhaimin juga mengajak seluruh santri untuk membuka cakrawala pemikiran akan pesatnya perkembangan sains dan teknologi informasi saat ini. Menurutnya sains dan teknologi adalah kunci mengejar berbagai kekurangan di antara berbagai kelebihan para santri.

"Insya Allah kalau teknologi bisa dipegang santri dan umat Islam Indonesia seluruh budaya dan khazanah keislaman akan mudah kita sosialisasikan ke berbagai belahan dunia," tukasnya.