Standard Post

Bertekad Kuatkan Peran Santri dan Pesantren, Ketum PKB Mohon Doa Ulama se Aceh


PKB News - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bakal istikamah memperjuangkan pesantren dan kaum santri. Pernyataan tersebut dia sampaikan saat menghadiri silaturahim ulama, kiai dan pimpinan Dayah se Provinsi Aceh di Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Bireuen, Aceh, Selasa, 26 Oktober 2021.

Menurut Gus Muhaimin, pesantren dan kaum santri sudah sepatutnya diperjuangkan karena mereka berperan besar dalam lika-liku perjalanan bangsa Indonesia sejak pra kemerdekaan hingga saat ini.

“Mohon doa mohon dukungan perjuangan kami melahirkan kekuatan santri sebagai ujung tombak kemajuan bangsa diikuti ikhtiar-ikhtiar pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan pesantren, dayah-dayah kita di seluruh tanah air,” kata Gus Muhaimin.

Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Kesejahteraan Masyarakat (Korkesra) ini berkomitmen untuk terus memperjuangkan kaum santri dan pesantren agar semakin berdaya dan membawa maslahah bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga dunia.

Gus Muhaimin menuturkan jejak peran PKB membawa nama baik pesantren di kancah dunia misalnya berawal dari tanggal 27 November 2018. Saat itu PKB bergabung dengan jaringan politik terbesar di dunia, Centrist Democrat International (IDC - CDI), yang gugus afiliasinya di Eropa adalah European People’s Party (Partai Rakyat Eropa).

Melalui forum itu Gus Muhaimin mengaku berhasil menghapus image negatif warga Eropa terhadap Islam setelah diperlihatkan pola pendidikan dan tradisi ala pesantren. Bahkan, resolusi humanitarianisme ala pesantren yang diusulkan PKB pun diterima CDI dengan baik.

“Tekad kami adalah menjadikan santri kekuatan terdepan bagi kemajuan bangsa. Kita tahu guru dan ustad di pesantren-pesantren, dayah-dayah masih penuh keprihatinan dalam memberikan pelayanan kepada santri. Oleh karena itu, dengan UU pesantren, Perpres Dana Abadi Pesantren dan ikhtiar insyaallah kesejahteraan mereka bisa menjadi lebih baik,” tukas Gus Muhaimin.

Meski demikian, lanjut Gus Muhaimin, memperjuangkan kaum santri dan pesantren bukanlah perkara mudah. Dia mengakui banyak pihak yang tidak sepenuhnya yakin dan percaya pesantren bisa menjadi ujung tombak kemajuan bangsa.

“Tapi saat ini terbukti. (Saat) semua sekolah tidak berdaya akibat pandemi, pembelajaran jarak jauh tidak efektif, pengajaran berhenti, bahkan sekolah negeri banyak libur, alhamdulillah satu-satunya lembaga pendidikan yang tetap hidup dan selamat adalah pesantren dan dayah-dayah di berbagai belahan nusantara,” tukas Gus Muhaimin bangga.

Gus Muhaimin hadir didampingi oleh Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Anggota Komisi X DPR RI FPKB Hasanuddin Wahid, Anggota Komisi VI DPR RI FPKB Tommy Kurniawan, Anggota Komisi III DPR RI FPKB Rano Alfath, dan Anggota Komisi V DPR RI FPKB Dapil Aceh II Ruslan M Daud.