Standard Post

Rencana Presiden Jokowi Kembali Blusukan, Nihaya: Jangan Sampai Buat Gaduh


JAKARTA, PKBNews - RENCANA Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali blusukan ditanggapi Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Nihayatul Wafiroh. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berharap  blusukan yang bertujuan baik tersebut jangan sampai justru membuat gaduh di masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Yang saya maksud itu gaduh, yakni gaduh politik dan gaduh massa. Gaduh massa menimbulkan keramaian jadi banyak kerumunan, kan itu jadinya tidak memberikan pendidikan ke masyarakat," tuturnya, Jumat (19/6/2020).

Apalagi, ungkap Nihaya, saat ini pemerintah sedang gencar melakukan imbauan protokol kesehatan di masa transisi menuju kenormalan baru atau new normal. Karena itu, jika Presiden Jokowi memang berencana melakukan blusukan, harus dipastikan protokol kesehatan kepada presiden dan juga masyarakat umum.

"Pesan saya, terapkan protokol kesehatan dan jangan membikin gaduh untuk blusukan ini. Yang jelas blusukan ini harus memberikan manfaat kepada masyarakat terutama untuk memberikan pendidikan tentang Covid-19," tuturnya.

Dia menambahkan, gaduh politik juga harus diantisipasi presiden jika ingin kembali blusukan di situasi pandemi. Sebab, rencana blusukan bisa menjadi mainan politik yang justru mengganggu fokus pemerintah dalam penanganan Covid-19. Karena itu, Nihaya menyarankan presiden untuk betul-betul mematangkan rencana blusukan saat ini.

"Itu bisa jadi mainan politik atau hal-hal lainnya. Kalau tujuannya bagus kenapa tidak, contoh tujuan untuk mengecek bantuan yang dikucurkan pemerintah langsung diterima masyarakat atau tidak, itu bagus ya saya pikir agar betul-betul real di lapangan, tetapi protokol harus benar-benar ditaati," kata Nihaya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan bahwa Presiden Jokowi akan kembali blusukan meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir. Dalam acara webinar seri DPP PGK, ia mengatakan, Presiden Jokowi berencana kembali blusukan ke wilayah yang sudah dinyatakan hijau dari pandemi.

"Presiden tetap akan berkunjung ke beberapa daerah hijau dan mengatakan, menyatakan bahwa kita siap bekerja, tetapi kita tetap menjaga yang paling utama adalah kesehatan," ujarnya.