DPC PKB Karimun Serahkan 20 Sprayer ke Pusat Isolasi Covid 19 Kabupaten Karimun
PKBNews - DEWAN Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karimun serahkan bantuan 20 alat sprayer ke pusat isolasi Covid 19 Kabupaten Karimun, yakni Puskesmas Meral Barat. Sprayer tersebut digunakan untuk menyemprotkan cairan disinfektan.
"Puskesmas Meral Barat merupakan ring satu tempat isolasi pasien Covid 19. Sehingga kami merasa perlu kerjasama dalam hal ini membantu melengkapi kebutuhan tim medis. Hal itu pun menjadi perhatian serta keseriusan DPC PKB, demi menjaga rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," kata Ketua DPC PKB Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani, Selasa (32/3/2020).
Menurut Nyimas Novi, ini juga merupakan cara PKB Kabupaten Karimun mendukung tenaga kesehatan dalam menanggulangi percepatan pemberantasan Covid 19 di Kabupaten Karimun. Alasan, kata dia, alat semprot disinfektan dapat digunakan untuk mensterilkan suatu tempat. Karena tenaga medis lebih memahami titik fatal yang kontak langsung dengan pasien, sehingga biar diserahkan sepenuhnya kepada tim medis dan tidak perlu dilakukan oleh tim PKB lagi.
"Kami fokuskan di Kecamatan Meral Barat ini lantaran menjadi ring satu dalam penanganan Covid 19 di Kabupaten Karimun. Tapi alhamdulillah, dengan kesadaran masyarakat dapat membantu pemerintah dalam penanganan Covid 19 ini, sehingga patut kita apresiasi," katanya.
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun itu menegaskan, perlu dketahui, penyebaran virus ini tidak serta merta dimana posisi tempat rujukannya akan terdampak dengan masyarakat, tidak demikian dan harus dipahami masyarakat.
Sejauh ini, kata dia, kesiapan Puskesmas Meral Barat sudah dinyatakan 90 persen. Hanya tinggal pelaksanaannya saja jika nanti suatu waktu ada pasien yang akan diisolasi pada ruangan khusus yang telah disediakan.
"Saya berdia tidak ada yang dioper kesini, artinya jangan sampai kasus yang positif bertambah. Memang sampai saat ini yang positif tetap satu orang, dan informasi yang saya terima dari Dinas Kesehatan, bahwa kondisi yang satu orang positif ini sudah semakin membaik," ujar Nyimas Novi.
Nyimas Novi mengajak masyarakat agar tetap kompak dan menjaga kesolidan dalam hal percepatan penanganan Covid 19. Disamping itu, masyarakat wajib mengikuti imbauan dari pemerintah agar tetap di rumah dan tidak keluar jika tidak ada keperluan yang mendesak.
"Mari amankan keluarga kita masing-masing, Isnyaallah semuanya akan baik-baik saja, biarkan tenaga medis yang bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi mengatakan, bantuan peralatan penyemprotan disinfektan yang diserahkan PKB Kabupaten Karimun merupakan langkah yang tepat. Karena peralatan tersebut sangat diperlukan.
"Fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Meral Barat ini sangat membutuhkan semprot disinfekatan termasuk rumah sakit. Kalau untuk pengisian cairan desinfektan nanti petugas kita yang siapkan," tuturnya.
Kepala Puskesmas Meral Barat, Alaidin berterimakasih atas bantuan yang diserahkan oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani. Dia berkata, dalam melakukan penyemprotan disinfektan perlu tatacara yang tepat, dan tidak semua sudut-sudut ruangan disemprot sampai ke bagian atas. Artinya ada tempat-tempat tertentu yang diduga kontak langsung degan pasien covid 19.
"Yang lebih efektif adalah masyarakat membuat gerakan bersama, bahwa setiap rumah, toko, kantor atau dimanapun ada aktifitas harus menyiapkan tempat mencuci tangan air yang mengalir. Itu yang lebih efektif dan murah meriah saja. Adapun desinfektan yang diserahkan dari Ibu Nyimas Novi ini, adalah membantu mensterilkan lokasi yang dijadikan pusat isolasi," kata dia.
TKI Adalah Warga Kita
Perempuan berjilbab itu juga mengomentari penolakan yang dilakukan warga Karimun, atas langkah Bupati Karimun Aunur Rafiq yang tetap menerima kepulangan para Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia.
"Langkah pemerintah daerah menampung Orang Dalam Pantauan (ODP) sudah sangat tepat, mereka juga saudara-saudara kita. Kebetulan mereka ini bekerja di Malaysia dan akan kembali ke kampung halamannya disini di Kabupaten Karimun. Maka pemerintah menyiapkan tempat beberapa titik, dan ini hendaknya disambut baik masyarakat serta mendukung upaya yang dilakukan pemerintah," tegas Nyimas Novi.
Kata Nyimas Novi, sikap penolakan terhadap kedatangan masyarakat Karimun yang bekerja di luar negeri bukan sebuah tindakan tepat.
"Mau kemana lagi mereka, kampunga mereka di sini kok, di Kabupaten Karimun, serahkan saja pada ahlinya, kan ada tim medis yang telah ditugaskan. Pemerintah juga pasti tetap mengawasi karena mereka ini adalah saudara kita. Jadi, tempat yang sudah ditunjuk pemerintah hendaklah kita dukung, dan percayakan saja kepada pemerintah bagaimana upaya ini, untuk mengurai dan mengurangi penyebaran Covid 19," ucapnya.







TERKAIT
-