Standard Post

PKB: Realisasikan Segera Sarana Prasanara Pendukung Bagi Rumah Sakit Rujakan Corona


PKBNews - WAKIL Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Donizar mewanti-wanti agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar segera meralisasikan sarana dan prasarana pendukung fasilitas kesehatan terhadap tiga rumah sakit rujukan, yakni Rumah Sakit M Djamil,  Rumah Sakit DR Achmad Muchtar Bukit Tinggi dan Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand). Sementara, bagi berstatus pasien Dalam Pengawasan (PDP) ditangani di rumah sakit umum daerah.

"Penanganan di hilir harus cepat terlaksana. Jangan sampai terlambat. Sementara, APD untuk tenaga medis hampir di seluruh daerah mengalami hal yang sama, kekurangan," katanya menanggapi hasil pertemuan informal Pemprov Sumbar dan DPRD Sumbar, kemarin.

Terkait APD, legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku agak sedikit tenang karena pemprov sudah memproduksi sendiri dengan kapasitas lk 700 per hari per konveksi. Bahkan, tenaga medis disediakan tempat tinggal dengan fasilitas hotel.

"Kami meminta agar pemerintah daerah yang ada di Sumbar melakukan hal yang sama, mempersiapkan RSUD didaerah utuk korban PDP," ujar Donizar.

Donizar meminta dinas sosial yang berada di kabupaten maupun kota cepat menvalidasi data jumlah penduduk yang harus diberikan bantuan sosial, kepastian ketersediaan bahan pokok dan kapan waktu pelaksanaan operasi pasar.

"Sinkronisasi antara pemprov dengan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mengatasi kepanikan. Pemprov tidak punya wilayah hanya ada sistem koordinasi, daerah lah yang punya wilayah," ucapnya.

Dalam kaca mata Donizar jika 19 kabupaten/kota di Sumbar menyisihkan 2,5 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk memutus mata rantai penyebaran Corona dan pemrov menyediakan anggaran sekitar Rp700 miliar untuk keseluruhan Sumbar. Plus dana DAK dari masing-masing daerah maka dana tersebut bisa digunakan untuk menghentikan penyebaran, penyembuhan dan mengatasi dampak turunannya.

"Yang harus diperhatikan adalah pengalokasiannya, agar betul-betul menghentikan penyebaran, penyembuhan penderita, mengatasi dampak turunannya," ucapnya.

TERKAIT

    -