Standard Post

APD Minim, PKB Minta Pemkab Banyuwangi Cairkan Anggaran Penanggulangan Bencana Corona


PKBNews - KETERSEDIAAN alat pelindung diri (APD) di Kabupaten Banyuwangi minin, Ketua Tim Satgas Covid 19 Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi, Priyo Santoso minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi segera mencairkan anggaran penanggulanan bencana non alam Corona atau Covid 19.

"Kondisi riil di lapangan, ketersediaan APD bagi petugas kesehatan masih sangat minim. Kami minta pemkab segera mencairkan dana penanggulangan bencana, khusus Dinas Kesehatan maupun instansi terkait lain untuk segera menyalurkan bantuan APD," katanya, Minggu (29/3/2020).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi itu memastikan, yang sangat mendesak adalah APD untuk para petugas kesehatan. Khususnya, para petugas kesehatan di 25 kecamatan di Banyuwangi.

"Baik yang ada di Puskesmas induk maupun Puskesmas pembantu. Mereka sangat memerulakan APD guna memberikan layanan kesehatan bagi warga masyarakat," ujar Priyo.
 
Menurut Priyo, tugas Satgas Covid 19 DPC PKB Banyuwangi adalah berupaya membantu pemerintah mencegah dan menanggulangi penyebaran virus Corona di wilayah Banyuwangi.Pihaknya memiliki program penyemprotan disinfektan.

"Penyemprotan dimulai di Graha Gus Dur sebagai kantor DPC PKB Banyuwangi, diteruskan ke rumah  warga di lingkungan sekitar kantor," katanya.

Priyo menuturkan, sesuai hasil rapat yang digelar  DPC PKB, Jumat (27/3/2020), disepakati bahwa seluruh kader PKB, baik itu pengurus maupun anggota dewan untuk menggelar kegiatan  penyemprotan disinfektan di  pondok pesantren, masjid, musala, sekolah-sekolah, maupun tempat-tempat umum serta tempat ibadah lain yang  belum dijamah Pemkab Banyuwangi.

Priyo mengingatkan dan berharap agar para petugas selalu menjaga imunitas tubuh dan keluarganya masing-masing karena hal tersebut sangat penting.

"Kami minta mereka untuk sering-sering mencuci tangan, tetap tenang, tawakal dan banyak membaca istighfar di rumah serta stay at home atau jangan keluar rumah apabila tidak mendesak, sesuai imbauan pemerintah," katanya.

TERKAIT

    -