Ketua FPKB DPRD Sumenep: PKB dan NU Miliki Hubungan Historis dan Ideologis
PKBNews - KETUA Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur, M Muhri menegaskan, PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki hubungan historis dan ideologis sangat kuat dan tak terpisahkan. Sebab, PKB lahir dari rahim NU yang pendiriannya dibidani oleh para ulama dan kiai NU.
"PKB didirikan NU sebagai alat perjuangan untuk memperjuangkan aspirasi politik warga NU," ujar saat bersilaturrahmi dengan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Batuputih, Desa Tangedan, Sumenep, kemarin.
Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PCGP) Ansor Sumenep mengaku bahwa dirinya menjadi anggota dewan karena barokahnya NU. Karena itu, ia memiliki kewajiban mengabdi bagi kepentingan NU.
"Prioritas saya harus ikut andil dan tetap mengabdi ke NU. Wajib hukumnya bagi kader PKB untuk ngabdi kepada NU tanpa syarat," tegas Muhri.
Muhri berjanji dan berkomitmen memperjuangkan semua aspirasi masyarakat, khususnya warga NU. Salah satu masalah yang dihadapi warga di Batuputih adalah ketersediaan air bersih ketika musim kemarau panjang.
"Kita sudah tampung persoalan tersebut. Bahkan kita sudah berkoordinasi dengan dinas terkait," tutur Anggota Komisi II DPRD Sumenep itu.







TERKAIT
-