Standard Post

Ketua DPC PKB Majalengka Harus Mengerti Sejarah NU dan PKB


PKBNews - MANTAN Bupati Majalengka, Ilyas Hilmi meminta siapapun yang nanti diamanahkan menjadi Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Majalengka menggantikan Dr Hamdi harus mengerti sejarah Nahdlatul Ulama dan PKB. Sebab, sejarah keduanya merupakan sejarah politik untuk kemaslahatan.

"Ketua DPC PKB kedepan harus memahami sejarah NU dan PKB agar satu dengan lainnya tidak terpisahkan," tuturnya saat melakukan silaturahmi dengan Pengurus PCNU di Kantor PCNU, Jalan Pangeran Muhammad Cikalong Sukahaji, Majalengka, kemarin.

Ilyas Hilmi berkata, pehamaman sejarah politik untuk kemaslahatan harus dipertegas dengan program keumataan yang terukur dan terasa manfaatnya oleh masyarakat Majalengka.

"Jadi bukan paham sekadar paham, tapi ada aplikasi yang dirasakan masyarakat Majalengka," tutur Ilyas.

Pada hakikatnya kiai-kiai NU Majalengka telah menyiapkan kader muda untuk mengisi bangku yang akan ditinggalkan Dr Hamdi sebagai Ketua DPC PKB Majalengka.

Sejumlah nama bahkan sudah mendapat rekomendasi dari pengurus anak cabang dan kiai. Mereka adalah Anggota FPKB M Jubaedi, Ketua GP Ansor Cece Asfiyadi, Staff Ahli DPR RI Ade Duryawan dan Ketua Perempuan Bangsa Hj Upik Rofikoh.

Menurut Ketua Tanfidiyah PCNU Majalengka, KH Dedi Mulyadi, pergantian kepemimpinan di PKB tidak boleh menghilangkan sinergitas antara PKB dengan NU.

"Sinergisitas harus terus terjalin, jangan sampai porak poranda karena pergantian kepemimpinan," ucapnya.

DPC PKB, kata KH Dedi, wajib memiliki sumbangsih untuk NU Majalengka. Salah satunya adalah pembentukan lembaga pendidikan dan pembangunan kantor PCNU.

"Kedua hal itu harus dipikirkan dengan serius, dan diwujudkan secepatnya," harapnya.

Di tempat sama, DR KH Sarkosi Subki, meminta semua kader PKB untuk rajin bersilaturahmi dan mengikuti arahan dan nasehat ulama.

"Junjung tinggi ulama agar partai ini terus berkibar dan tumbuh," katanya.

TERKAIT

    -