Standard Post

PKB Puji Dua Anggota Banser yang Tak Terprovokasi Mesti Dicaci


PKBNews - WAKIL Sekretaris Dewan Syuro Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Maman Imanulhaq mengaku bangga menyaksikan video viral dua anggota Barisan Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama NU) yang tenang dan tak terprovokasi meski dicaci dan dicap kafir karena menolak dipaksa mengucapkan takbir.

"Saya sangat bangga dengan apa yang dilakukan sahabat Eko, anggota Banser dari Kota Depok. Mereka menunjukkan karakter seorang santri. Eko sama sekali tidak emosional, tetapi punya argumen kuat bagaimana prinsip orang dari berislam. Seorang yang bersyahadat itu cukup menjadi seorang Islam. Dan dia akan tunjukkan Islamnya itu dengan nilai kesabaran, kebaikan, dan menjaga nilai kebersamaan," tutur Kang Maman panggilan akrab KH Maman Imanulhaq, kemarin.

Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi PKB (FPKB) itu berkata, lewat video tersebut, Eko telah menunjukkan jati diri seorang Banser. Kang Maman meyakini Banser akan terus menjaga nilai-nilai Islam yang ramah, toleran, cinta damai dan membangun peradaban.

"Banser ada untuk menjaga nilai-nilai keindonesiaan karena Banser, yang juga berinduk kepada NU mempunyai komitmen bahwa mencintai Tanah Air adalah bagian dari keimanan," ucap Kang Maman.

Kang Maman menambahkan, "Inilah yang telah diajarkan sahabat Banser bahwa kita tidak pernah melarang pengajian, karena beribu-ribu pengajian justru dikawal, dilayani, disukseskan Banser. Tapi Banser tak akan membiarkan bila ada orang yang mengotori pengajian dengan caci maki, dengan provokasi yang merugikan. Banser akan selalu terdepan dalam menjaga nilai Islam dan keindonesiaan."

Menurut Kang Maman, tindakan pria yang mempersekusi anggota Banser tersebut menunjukkan tak paham nilai takbir. Dia mengatakan pengucapan takbir bukan karena dipaksa seperti yang terjadi dalam video tersebut.

"Takbir yang dipaksakan oleh oknum tersebut menunjukkan ketidakpahamannya tentang nilai takbir. Takbir adalah pernyataan seorang hamba betapa kita kecil di hadapan Allah, betapa kita tak berdaya di hadapan Allah. Bukan pemaksaan, bukan kesombongan, bukan ketakaburan, apalagi dia mengucapkan kalimat `anjing` itu dengan begitu kasar. Dan itu menunjukkan kalimat yang keluar dari mulutnya adalah dia menggunakan kalimat agung takbir untuk sebuah kebatilan yang dia katakan, untuk kebodohan yang dia luncurkan," katanya.

TERKAIT

    -