Standard Post

Wacana Jabatan Presiden Tiga Priode Sangat Dangkal


PKBNews - WACANA jabatan presiden menjadi tiga priode sangat dangkal. Wajar bila Presiden Joko Widodo (Jokowi) emosi menanggapi masalah tersebut.

"Jadi wajar Presiden Jokowi bersikap seperti itu. Karena memang wacananya sangat tidak rasional," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid, kemarin.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) itu berkata, wacana jabatan presiden menjadi tiga periode sangat dangkal, tidak sesuai dengan semangat regenerasi kepemimpinan.
Dia menambahkan, setiap usulan terkait dengan amandemen UUD 1945 harus didasari dengan pertimbangan yang komprehensif.

"Semangatnya kan, semangat dari pembatasan presiden, masa jabatan, itu kan supaya terjadi regenerasi. Nah, tapi kalau tiga periode saya nggak paham ya apa argumentasinya. Makanya, saya sampaikan wajar saja Presiden menyampaikan itu, karena kurang masuk akal itu. Kan kalau namanya aspirasi harus disertai dengan argumentasi yang masuk akal," ucap Jazil sapaan akrab Jazilul.

Jazil menegaskan belum ada usulan resmi terkait wacana jabatan presiden menjadi tiga periode. Namun, dia mengatakan, MPR tidak bisa membatasi usulan masyarakat terkait rencana amandemen UUD 1945.

"Wacana tersebut belum menjadi usulan resmi. Pimpinan MPR belum menerima usulan secara resmi, tertulis, dari orang atau institusi terkait dengan masa periode tiga kali. Jadi wajar saja. Saya menyatakan wajar apa yang disampaikan Pak Presiden sebagai warning supaya kalau nantinya terjadi amandemen, yaitu amandemen yang terarah," katanya.

Dia menambahkan, "Tetapi kami pimpinan MPR juga tidak bisa membatasi kepada siapapun yang ingin menyampaikan aspirasinya kepada MPR terkait dengan amandemen."