PKB Sulsel Bebaskan Biaya Survei
PKBNews - DEWAN Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan (Sulsel) pastikan tidak memungut biaya survei kepada kandidat calon kepala daerah yang akan berkompetisi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.
"Tidak ada biaya survei. Tidak mesti dilakukan. Kita punya struktur pembiayaan sendiri (di partai). Nanti tidak independen kalau begitu," kata Ketua Desk Pilkada DPW Sulsel, Wahyuddin Kessa, kemarin.
Menurut Wahyuddin, PKB berbeda dengan partai lain. Di partai lain, kandidat memang diminta gotong royong untuk membiayai lembaga survei yang akan digunakan oleh internal partai. Sistem patungan diterapkan untuk meringankan beban setiap kandidat.
"PKB tidak melakukan seperti itu, kalau untuk survei ya. Tapi kalau makan-makan di hotel atau pertemuan, boleh lah," ujarnya.
Mantan legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel itu berkata, PKB hanya akan menggunakan satu lembaga survei saja. Satu lembaga survei tersebut sudah cukup untuk mengukur kekuatan daftar kandidatnya.
"Kita ranking. Siapa yang paling tinggi. Meski survei ini bukan semata-mata jadi acuan, tapi ini juga penting sebagai salah satu indikator," kata Wahyuddin.
Saat ini, kata Wahyuddin, sudah ada 70 nama yang tengah digodok DPW PKB Sulsel. Seluruh berkas kandidat tersebut telah lengkap berkas secara administrasi.
"Survei akan dilakukan awal Desember ini. Kita survei dulu, baru kita lakukan fit and proper test," ucapnya.
Wahyuddin menambahkan fit and proper tes di DPW PKB Sulsel dalam rangka penjajakan antara kandidat dengan pengurus partai di provinsi. Serta untuk memperdalam komitmen bakal calon bersama dengan PKB.
"Ada juga visi misi yang kita gali di situ. Kita ingin melihat komitmennya jika diusung PKB. Namanya juga penjaringan, jadi kita seleksi," tandasnya.







TERKAIT
-