Standard Post

Berantas Radikalisme dan Terorisme Sampai Akar-akarnya  


PKBNews - RADIKALISME dan terorisme sangat mengancam kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak ada jalan lain, radikalisme dan terorisme harus diberantas hingga ke akar-akarnya.

"Radikalisme yang berujung aksi terorisme telah mewabah dan menjadi musibah sehingga harus diberantas hingga akar-akarnya," ujar Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Maman Imanulhaq, kemarin.

Kang Maman sapaan akrab KH Maman Imanulhaq menegaskan, paham kekerasan telah masuk dalam berbagai aspek kehidupan dan profesi, dimana berbagai aksi teror mereka lakukan, baik `lone wolf` (sendirian) maupun teror bom bunuh diri.

"Fakta ini menjadi bukti bahwa radikalisme dan terorisme telah menjadi ancaman nyata bagi kedamaian dan keutuhan NKRI," ucapnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari daerah pemilihan Jawa Barat (Jabar) IX memastikan bahwa regulasi pemberantasan terorisme sudah tersedia, seperti UU Nomor 5 Tahun 2018, tinggal dikuatkan dan diimplementasikan.

"Yang lebih penting lagi program pencegahan harus lebih massif, terencana, terprogram di masing-masing lembaga dan institusi," katanya.

Menurut Kang Maman, penindakan juga harus dilakukan secara tegas terhadap mereka yang terpapar radikalisme. Pencegahan dan penindakan harus dilakukan karena para pengikut radikalisme dan terorisme juga terus melakukan upaya untuk menyebarkan paham dan ideologinya ke segala lapisan masyarakat.

"Saya sepakat pencegahan radikalisme itu penting dilakukan. BNPT harus melakukan upaya pencegahan mulai dari hilir sampai hulu. Begitu juga Polri harus intensif melakukan penindakan. Jangan memberikan celah sedikit pun paham dan ideologi kekerasan ada dan berkembang di Indonesia," katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan menuturkan, ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang mudah terpapar radikalisme, mulai dari ekonomi, sosial, pemahaman agama, dan lain-lain.

Untuk itu, kata dia, untuk mencegah radikalisme sampai ke akarnya, pendekatan secara ekonomi, pelibatan tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan lain-lain.